Login to your account

Username *
Password *
Remember Me

Create an account

Fields marked with an asterisk (*) are required.
Name *
Username *
Password *
Verify password *
Email *
Verify email *
Captcha *
Reload Captcha

Dalam rangka mendukung Program Perbibitan Nasional tahun 2018, Loka Penelitian Sapi Potong (Lolitsapi) akan melakukan penyebaran bibit sapi potong ke berbagai wilayah di Indonesia. Salah satu lokasi yang direncanakan menerima penyebaran bibit sapi potong adalah Kelompok Tani Ternak (KTT) Karya Mandiri yang merupakan KTT binaan Dinas Ketahaan Pangan Kota Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah pada Rabu – Jum’at (30 Mei – 01 Juni 2018). Adapun petugas survey yang berangkat adalah Dr. Ir. Aryogi, MP dan Jauhari Efendy, S.Pt, M.Si.

Sebelum dilakukan penyerahan bibit, maka Lolitsapi melakukan survey terlebih dahulu kepada calon stakeholder dengan melihat potensi sumberdaya alam dan sumber daya manusia yang tersedia.

“Kegiatan ini terlaksana sebagai tindak lanjut permohonan bibit ternak sapi potong dari Dinas Ketahanan Pangan Kota Palangkaraya dengan sasaran penerima adalah KTT Karya Mandiri,” ujar Dr. Aryogi.

Survey diawali dengan koordinasi bersama Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Tengah dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Palangkaraya. Aryogi mengungkapkan beberapa point hasil koordinasi, diataranya Lolitsapi telah menyiapkan 10 ekor sapi Peranakan Ongole (PO) dengan rincian 9 ekor induk sapid an 1 ekor pejantan. Sebelum pengiriman sapi dilakukan perlu dipersiapkan surat rekomendasi pemasukan ternak dari Provinsi Kalimantan Tengah.

Aryogi menambahkan KTT Karya Mandiri memiliki bidang usaha perkebunan kelapa sawit, hortikultura, dan peternakan sapi potong. Dari ketiga jenis usaha tersebut, peternakan sapi potong masih tergolong baru dengan manajemen teritegrasi dengan kelapa sawit dengan luas areal 120 ha, sehingga diharapkan mampu menjadi penopang ekonomi bagi anggotanya.

Adapun lokasi pengembangan perbanyakan bibit sapi potong dan perbaikan lahan sebagai area hijauan pakan ternak maupun padang penggembalaan dengan jumlah total area 70 ha. KTT Karya Mandiri saat ini memiliki 54 ekor sapi PO, 42 ekor sapi Bali, serta 4 ekor sapi Katingan yang merupakan sapi lokal Kalimantan Tengah. Sedangkan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh KTT Karya Mandiri adalah dua unit kandang masing-masing berkapasitas 80 ekor sapi dewasa, satu unit gudang pakan, dua unit chopper, dan dua unit kendaraan roda tiga pengangkut pakan.

Mempertimbangkan kondisi eksisting dan juga dukungan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Palangkaraya serta BPTP Kalimantan Tengah, maka secara teknis maupun non teknis KTT Karya Mandiri dinilai layak untuk mendapatkan bantuan sapi potong dari Lolitsapi.

Beberapa foto kegiatan :

 

Gowa – Sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan anggara, Loka Penelitian Sapi Potong (Lolitsapi) melaksanakan studi banding guna meningkatkan pemahaman implementasi Sistem Pengendalian Internal (SPI). Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku, Kab. Gowa, Sulawesi Selatan menjadi lokasi studi banding yang berlangsung pada Selasa - Kamis (24 - 25/3) dengan anggota tim yang berangkat adalah Ir. Ainur Rasyid, Jauhari Efedy, S.Pt, M.Si dan Rindi Maulida Hanik.

“Adapun tujuan kami berangkat adalah untuk belajar dan menambah wawasan terhadap pelaksanaan Satlak PI yang dilakukan di BBPP Batangkaluku, mengingat BBPP Batangkaluku selalu mendapat penghargaan dalam pelaksanaan pengendalian internal,” ujar Ir. Ainur Rasyid.

SPI merupakan salah satu fungsi pengawasan terhadap penggunaan anggaran pemerintah terhadap pelaksanaan kegiatan penelitian, diseminasi maupun manajemen. Didalamnya terdapat rencana, metoda, prosedur dan kebijakan yang didesain oleh manajemen untuk memberikan jaminan yang memadai atas tercapainya efisiensi dan efektivitas operasional, kehandalan pelaporan keuangan, pengamanan terhadap aset, ketaatan/kepatuhan terhadap undang-undang, kebijakan dan peraturan lain. “SPI terdiri dari 5 (lima) unsur yaitu lingkungan pengendalian, penilaian risiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi dan pengawasan,” ungkap Ainur Rasyid. Kelima unsur tersebut  terkait satu dengan yang lainnya, sehingga dapat memberikan kinerja sistem yang terintegrasi yang dapat merespon perubahan kondisi secara dinamis.

Lolitsapi merupakan salah satu lembaga Badan Litbang pemerintah yang setiap aktivitasnya menggunakan anggaran dari APBN. “Dengan demikian maka fungsi pengawasan internal perlu diintensifkan secara maksimal guna mencegah penyalahgunaan anggaran,” ujar Jauhari. 

Beberapa hal yang dapat menjadi pembelajaran dari hasil studi banding adalah Satlak PI BBPP Batangkaluku telah memiliki Ruang Sekretariat yang didalamnya menyimpan dokumen SPI, SOP ditambah instruksi kerja serta laporan kegiatan pelatihan. Sehingga segala dokumen dapat tersusun rapi dan sekaligus dapat berfungsi sebagai ruang pertemuan bagi tim SPI. Di BBPP Gowa, register risiko disusun oleh tim SPI dengan mengacu pada SOP dan instruksi kerja yang sudah dibuat oleh masing-masing bidang.  Dari sisi penilaian SPI, tim BBPP Gowa tidak melakukan penilaian secara rutin misalnya per triwulan atau semester, tetapi secara tidak langsung tim Satlak PI sudah melakukan penilaian setiap bulan berdasarkan laporan bulanan yang diberikan oleh masing-masing bidang. Terakhir, sebagai bentuk laporan tim Satlak PI diminta oleh Badan SDMP untuk mengisi form penilaian yang didalamnya meliputi lima unsur SPI disamping laporan tahunan (FF/Lolitsapi).

Jember – Sebagai langkah mempercepat regulasi pencapaian swasembada pangan Nasional dan kesejahteraan petani, Kementerian Pertanian bekerjasama dengan dinas/lembaga melakukan program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (BEKERJA). Loka Penelitian Sapi Potong (Lolitsapi) sebagai salah satu UPT lingkup Kementan turut ambil bagian dalam mensukseskan program Bekerja, salah satunya dengan menghadiri kunjungan kerja program Bekerja di Kab. Jember pada Rabu (23/5). Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sendiri hadir langsung dalam program ini didampingi oleh Bupati Jember Hj. Faida, MMR, Asisten Kasad Suparto, Aster kodam V Brawijaya dan Wakil Dandim 0824. Sementara itu dari Lolitsapi hadir Kepala Lolitsapi Dr. Dicky pamungkas, M.Sc dan Peneliti Drs. Lukman Affandhy.

Program ini merupakan program pengentasan kemiskinan berbasis pertanian 1000 desa 100 kabupaten. Program ini pula berasal dari rakyat, untuk rakyat untuk memberantas kemiskinan. Adapun lokasi yang disisir di Kab. Jember saat kunjungan kerja yakni Kecamatan Kedokombo, Sukokitri dan Kalisat. Jember sendiri merupakan lokasi keempat setelah Kab. Cianjur, Magetan dan Purbalingga. Berdasarkan data dari Kemensos dan BKKBN, ada 295.291 Rumah Tangga Miskin (RTM) di Jember. Amran mengungkapkan bantuan dalam Program BEKERJA komoditasnya diarahkan berdasarkan keunggulan komparatif masing-masing daerah yang menghasilkan nilai ekonomis tinggi. Sasarannya difokuskan pada satu wilayah penduduk miskin yang dikelompokkan dalam 3 klaster. Setiap klaster, penduduk miskin berjumlah 5 hingga 10 ribu. Solusi jangka pendek dan menengahnya melalui bantuan sayur-sayuran dan bibit ayam petelur berumur dua bulan beserta kandang dan pakan.

“Untuk ayam, bantuan yang diberikan 50 ekor per rumah tangga prasejahtera. Saat usia enam bulan menghasilkan 50 butir per hari dengan masa produktif dua tahun. Sehingga pendapatan Rp 2 juta sampai Rp2,5 juta per bulan,” ungkap Amran. Sementara solusi jangka panjangnya melalui bantuan tanaman perkebunan sesuai dengan kondisi agro klimat masing-masing daerah.

Bupati Jember, Hj. Faidah mengungkapkan masyarakat Jember sangat senang menerima bantuan Kementan berupa ternak dan sayuran. Pasalnya, berbagai bantuan sangat cocok dengan aktivitas perekonomian masyarakat petani. “Saya yakin Program Bekerja sangat tepat dan efektif. Program ini tidak sekedar memberi bantaun, tapi disertai pendampingan. Dengan bantuan ini akan dihasilkan telur 11.800 kg per tahun. Saya berharap Program Bekerja janga membuat pemerintah pusat kecewa, kita buktikan program ini nyata mensejahterakan masyarakat. Yang punya anak, harus mensekolahkan anaknya minimal lulus SMA bila perlu sukses ke perguruan tinggi. Jangan sampai ada anak yang putus sekolah karena alasan biaya,” sambungnya.

Usai pemberian bantuan di Jember, tim Bekerja melanjutkan kunjungan ke Lokasi Optimalisasi pemanfaatan Alsintan (OPA) di Kec. Mayang, Kab. Jember. Dilanjutkan bertatap muka dengan mahasiswa Fakultas Pertanian Univ. Negeri Jember. Esok harinya, tim melaksanakan kunjungan ke Lumajang dengan rangkaian acara bertatap muka dengan petani penerima bantuan Alsintan dan melakukan demonstrasi penggunaan mesin pertanian oleh STPP Malang dan PPL Kab. Lumajang (FF/Lolitsapi).

Kebumen – Dr. Hartati, S.Pt, M.Sc selaku peneliti pemuliaan Lolitsapi menggelar Bimtek aplikasi recording sapi berbasis android “SIDIK” pada peternak, recorder sapi, petugas Pengawas Bibit Ternak (Wasbitnak) lingkup Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen sejumlah 30 peserta. Kegiatan ini terselenggara melalui program KP4S dan permintaan langsung dari peternak sapi di Kabupaten Kebumen yang berlangsung pada Senin (28/5), setelah sebelumnya dilaksanakan pengukuran tubuh pedet pada Sabtu (26/5) berlokasi di Asosiasi Pembibitan Sapi PO Kebumen (ASPOKEP).

Dr. Hartati dalam paparannya mengungkapkan bahwa SIDIK hadir dengan latar belakang untuk memudahkan peternak dalam mengamati sapinya secara terstruktur. “SIDIK dapat menjadi wadah untuk melakukan identifikasi, recording, memudahkan membedakan satu sapi dengan yang lain serta dapat membantu untuk mengetahui riwayat keturuan ternak sehingga bisa menjadi dasar seleksi untuk mendapatkan bibit unggul,” jelas Alumnus S3 IPB ini.

Sementara itu, menurut Peneliti Breeding Balai Penelitian Ternak (Balitnak) Bayu Dewantoro, S.Pt, M.Sc dari hasil pengamatannya saat melaksanakan pendampingan bersama peternak sapi PO di Kabupaten Kebumen, aplikasi SIDIK sangat membantu peternak. “Peternak sebenarnya sudah melakukan recording setiap hari, tapi hanya berdasarkan feeling. Nah, dengan penggunaan data yang rapi maka peternak bisa mencari silsilah dari tetuanya berdasarkan data yang telah dimasukkan ke dalam aplikasi, sehingga menghindarkan terjadinya inbreeding. Juga memudahkan dalam proses seleksi dan culling,” ujar Bayu.

Bayu menambahkan, keuntungan lain yang bisa diperoleh dari Aplikasi SIDIK ini, kalau dahulu peternak melakukan recording untuk diserahkan kepada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen dengan cara manual. Dan ketika akan mencari data silsilah harus membuka excel. “Ini lumayan sulit untuk dicari silsilahnya. Kini, dengan SIDIK Dinas akan lebih  mudah melihat datanya. Dan ini bermanfaat baik untuk Koordinator Recording maupuan Recording di lapangan. Peternak juga akan memperoleh kemudahan untuk memonitoring sapi miliknya, misalnya sapi yang sedang sakit,” lanjut Bayu.

Keuntungan selanjutnya adalah peternak akan mudah dalam mengamati perkembangan PBBHnya. “Aplikasi SIDIK menyediakan perhitungan PBBH secara otomatis. Misalnya tanggal 1 Januari kita timbang, dan tanggal berapa kita timbang lagi. Kita akan langsung tahu secara otomatis,” tutup Bayu.

Purnowati, SP, M.Si selaku Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen mengungkapkan harapannya agar Dinas bisa dibuatkan akun khusus, sehingga bisa langsung memantau secara realtime di lapangan. “Saya berharap Dinas bisa dibuatkan akun secara berjenjang mulai dari tingkat Kabupaten hingga RT/RW. Adapun data pendukungnya adalah data populasi, kelahiran, mutasi, pengukuran pertumbuhan, data pejantan dan indukan. Sehingga akhirnya Dinas bisa melakukan validasi dari data yang diinput oleh recorder masing-masing desa,” ungkap Purnowati.

Peserta yang hadir mengungkapkan sangat terbantu dengan kehadiran aplikasi android SIDIK, karena mudah untuk diaplikasikan. “Saya berharap SIDIK bisa diterapkan oleh recorder disemua desa/kelompok ternak diwilayah tanggungjawabnya,” ujar Sutrisno, S.ST selaku Wasbitnak Kabupaten Kebumen. Sedangkan recorder asal Desa Tanggulangi, M Fikri Azis mengungkapkan bahwa SIDIK bisa membuat kita dapat melakukan pelaporan secara faktual, serta mempermudah pelaporan pengukuran, serta mengevaluasi hasil penimbangan ternak secara otomatis (FF/Lolitsapi).

Beberapa foto kegiatan :

 

Grati - Menyemarakkan Ramadan 1439H, dan mengaktualisasikan pengamalan sila ke-1 Pancasila, KORPRI Lolitsapi kembali menggelar ngaji bareng setiap Senin selama bulan Ramadan. Kegiatan perdana telah berlangsung pada Senin (21/5) berlokasi di Mushola Lolitsapi dengan diikuti oleh seluruh Pegawai yang beragama Islam, baik dari PNS maupun THL.

Hadir sebagai pemateri kali ini adalah Ust. Nukman yang menyampaikan materi seputar kefadholan di bulan Ramadan. Ust. Nukman mengungkapkan bahwa kita supaya bisa sukses merengkuh bulan penuh Maghfiroh yang hadir setahun sekali ini. "Kesuksesan ini bisa ditandai dengan peningkatan keimanan dan pengamalan yang semakin baik dari tahun ke tahun," ujar Ustadz yang akrab disapa Gus Nukman oleh masyarakat Pasuruan ini.

Ust. Nukman juga mengajak seluruh pegawai Lolitsapi yang hadir untuk bisa sukses menggapai keutamaan Lailatul Qadar. Yakni, sebuah momen yang nilai ibadahnya lebih baik dari seribu bulan. "Caranya, dalam setiap malam. Utamanya di 10 malam terakhir, kita supaya mengusahakan agar tidak bolong dalam melaksanakan shalat tarawih, sebagai implementasi dari Qiyamullail," jelas Ust. Nukman.

Rincian acara sendiri terdiri dari dua bagian, yaitu sesi paparan materi kajian, dan kedua adalah sesi tanya jawab yang aktif diikuti oleh peserta yang hadir 

ZONA INTEGRITAS

UGP
WBK
Play Pause

APLIKASI LOLIT SAPI POTONG

VISITORS COUNTER

TodayToday5
YesterdayYesterday83
This_WeekThis_Week5
This_MonthThis_Month3107
All_DaysAll_Days15558

 


(by AWStats )

5173
View Pages
35302
Hits

Kunjungi media sosial kami :