Login to your account

Username *
Password *
Remember Me

Create an account

Fields marked with an asterisk (*) are required.
Name *
Username *
Password *
Verify password *
Email *
Verify email *
Captcha *
Reload Captcha

Kota Batu – Loka Penelitian Sapi Potong turut ambil bagian dalam Pameran Peternakan Kota Wisata Batu yang digelar di area Balaikota Among Tani Kota Batu pada Rabu – Kamis (14-15 November 2018). Dalam kegiatan ini, Loka Penelitian Sapi Potong memamerkan inovasi teknologi yang telah dihasilkan baik dalam bentuk pamflet, buku, banner, hingga maket kandang. Beberapa teknologi yang dipamerkan diantaranya adalah Kit Kebuntingan Sapi Potong, Kandang Kelompok Model Litbangtan, Teknologi Pembibitan, Penggemukan dan Perkawinan Sapi Potong.

Secara resmi, Pameran Peternakan Kota Wisata Batu 2018 dibuka langsung oleh Wakil Walikota Batu Punjul Santoso. Punjul mengungkapkan bahwa peternakan menjadi salah satu komoditas strategis untuk mendukung sektor pariwisata di Kota Batu. Untuk itu, penting sekali penguatan kolaborasi antar instansi untuk memberikan pendampingan dan pembinaan bagi peternak di Kota Batu.

Sementara itu, Sugeng Pramono selaku Kepala Dinas Pertanian Kota Batu mengatakan bahwa pameran ini digelar untuk meningkatkan jumlah pelaku usaha peternakan agar bisa meningkatkan produktivitas ternak di Kota Batu. Dalam pameran ini berlangsung pula expo ternak, penampila aneka satwa dan binatang kesayangan, inovasi teknologi peternakan, konsultasi dan pengobatan gratis kesehatan hewan serta pameran produk peternakan.

 

Sidoarjo – Panen Pedet dan Kontes Ternak telah dibuka pada Sabtu, tanggal 27 Oktober berlokasi di Lapangan Puspo Agro, Sidoarjo, Jawa Timur. Presiden Joko Widodo sendiri direncanakan akan hadir dalam acara ini pada Minggu, 28 Oktober untuk memberikan apresiasi kinerja terhadap petugas Inseminator, Petugas Pemeriksa Kebuntingan (PKb), dan Dokter Hewan Berprestasi, serta Pelayanan Pemerintah Daerah dalam pelaksanaan Upsus Siwab.

Dalam rangkaian acara ini, berlangsung pula pameran bertajuk expo produk dan Alsintan peternakan yang resmi dibuka langsung oleh Bupati Sidoarjo Saiful Ilah bersama Dirjen PKH I Ketut Diarminta. Tampak dalam expo adalah UPT Pusat lingkup Kementan, Kab/Kota se-Jawa Timur, dan perusahaan Alsintan dan Peternakan ternama di Indonesia. Menarik perhatian dalam kegiatan ini, turut dipamerkan pula Sapi hasil TE dan IB Belgian Blue. Diantaranya adalah Gatot Kaca, Srikandi, Jaya Drata, Blue, dan Nandana yang dibawa langsung dari BET Cipelang.

Panen Pedet dan Kontes Ternak merupakan rangkaian kegiatan berupa panen pedet hasil Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab), pameran ternak, produk peternakan, dan kesehatan hewan dengan dihadiri kurang lebih 10.000 undangan yang terdiri dari Peternakan dan Petugas se-Provinsi Jawa Timur, stake holder dari 34 Provinsi, Kementerian Pertanian dan Kementerian terkait.

Berbicara Upsus Siwab, sejak tahun 2017 hingga saat ini telah lahir 2.314.065 ekor dari indukan milik peternak.  Jika ditinjau dari segi ekonomi, jika harga sapi lepas sapih rata-rata 8 juta rupiah, maka hasil Upsus Siwab selama 2017-2018 dari total 2.314.065 ekor akan memperoleh nilai ekonomis 18,5 T. sebuah nilai yang fantastis mengingat investasi program Upsus Siwab tahun 2017 – 2018 hanya sebesar 1,41 T.

Proyek kerjasama IndoBeef merupakan suatu kerjasama penelitian antara Badan Litbang Pertanian dalam hal ini Puslitbangnak dengan Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR). Proyek ini mengusung tema penelitian peternakan sapi potong yang berintegrasi dengan tanaman sawit (PalmCow) dan tanaman pangan (CropCow). Tujuan dari adanya proyek ini adalah untuk mengoptimasi pertambahan populasi sapi potong di Indonesia dengan mengintegrasikan antara sapi dengan sawit maupun tanaman pertanian.

Tim IndoBeef ini terdiri dari para peneliti yang berasal dari Universitas New England Australia dan tim peneliti Indonesia (Lolitsapi, Balitnak, Puslitbangnak, BPTP NTB, UNRAM, BPTP KalSel, BPTP Riau, BPTP Kalimantan Timur, ULM, BPTP SumSel, dan Puslitbun). Mereka berkolaborasi dalam penelitian animal production, sosio-economic, scaling-out dan market chain. Durasi pelaksanaan proyek ini adalah selama 3,5 tahun yang tersebar di beberapa tempat antara lain di Lolitsapi, NTB, KalSel, KalTim, SumSel dan Riau. Pada acara annual meeting tersebut Lolitsapi diwakili oleh Dr Yenni NA dan Dr. Risa Antari, selain juga sebagai project leader dari Indonesia.

Selain sebagai suatu sarana penelitian yang mendalam tentang sapi potong, diharapkan proyek ini dapat meningkatkan scientific recognition dari institusi Lolitsapi di dalam publikasi dan networking.

 

Grati – Kamis, 25 Oktober 2018 telah dilaksanakan surveilland atau audit eksternal ISO 9001:2015 di Loka Penelitian Sapi Potong oleh PT. TUV Rheinland dengan formasi Audit Leader Adhe M. Fahreza dan Auditors Suryo Tri Harjanto. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk menentukan apakah organisasi masih berhak menyandang sertifikat ISO 9001:2015 atau tidak.

 ISO 9001:2015 sendiri bermanfaat dalam memberikan jaminan kualitas produk dan proses, meningkatkan kepuasan pelanggan, meningkatkan produktivitas organisasi, meningkatkan hubungan saling menguntungkan serta meningkatkan cost efficiency.

 Rangkaian acara ini dimulai dengan melakukan Opening Meeting di ruang Boss sondaicus yang dipimpin oleh Kepala Loka Penelitian Sapi Potong Dr. Ir. Dicky Pamungkas serta paparan dari tim Audit Independen TUV Rheinland. Beberapa hal yang menjadi point diantaranya adalah QM-System general process, quality management special focus, organizational chart, documented information, statutory and regulatory requirement, review of basis of contract, client audits, complain management, and continual improvement.

 Secara rinci, audit dilakukan pada beberapa bagian, diantaranya Koordinator Program, Kelti dan Pelayanan Teknis, Tata Usaha, Keswan dan Kandang Sapi.  Kegiatan ditutup dengan Closing Meeting pada pukul 16.30 WIB oleh tim auditor dengan kesimpulan bahwa Loka Penelitian Sapi Potong masih berhak mempertahankan sertifikat ISO 9001:2015.

Lombok Tengah - Loka Penelitian Sapi Potong melaksanakan monitoring dan evaluasi (Monev) program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Adapun tim yang bertugas  adalah Drs. Lukman Affandhy, Ir. Ainur Rasyid dan Frediansyah Firdaus, S.Pt. Kegiatan diawali dengan melakukan koordinasi dengan tim pendamping pusat lainnya dari Puslitbangnak, BBLitvet, BBP2TP dan Puslitbangbun di Loby Hotel D’Praya Lombok pada Kamis, 11 Oktober 2018. Beberapa hal yang menjadi pembahasan dalam koordinasi tim pendamping pusat adalah biosecurity, jumlah ayam hidup dan mati, suhu kandang, pakan, air, tempat pakan dan minum serta kondisi lampu penghangat.

Usai koordinasi tim dibagi menjadi dua, tim pertama melakukan Bimbingan Teknis dengan materi biosecurity dan tim kedua melaksanakan monev. Monev, diawali melakukan koordinasi dengan Kepala Desa Mangkung sebagai salah satu desa penerima program #Bekerja yang ada di Lombok Tengah, dan dilanjutkan menuju dusun penerima bantuan ayam KUB yang ada di wilayah Desa Mangkung, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Jumlah warga penerima program #Bekerja yang ada di Desa Mangkung adalah 1.012 Rumah Tangga Miskin (RTM). Hari selanjutnya, Monev dilaksanakan dengan berkoordinasi dengan Kepala Dusun Rujak Praya, Desa Selong Belanak dan terjun langsung melihat kondisi ayam KUB di RTM sebanyak 10% dari total penerima program sebanyak 349 RTM.  Adapun kegiatan terakhir yang dilaksanakan adalah melakukan pendampingan dropping ayam terhadap 220 RTM. Saat ini, berdasarkan data yang diperoleh dari tim lapang BPTP sedikitnya telah tersalurkan bantuan untuk 6.000 RTM dari total target penyaluran 12.200 RTM.

Tim kedua sendiri melaksanakan bimbingan teknis pencegahan penyakit ayam buras di Kecamatan Praya Timur bersama tim ahli penyakit dari BBLitvet, koordinator lapang yang diikuti oleh pendamping desa, yaitu 27 pendamping dan 10 RTM penerima bantuan. Beberapa materi yang diberikan adalah pencegahan penyakit, pencegahan dengan tindakan pengebalan, tindakan pengoptimalan kebugaran, pencegahan dengan tindakan biosekuriti, dan tindakan biosekuriti di RTM.

Program #Bekerja dilaksanakan untuk mengentaskan kemiskinan di tanah air berbasis pertanian dengan tiga tahapan, jangka pendek, menengah, dan panjang. Komoditas program ini diarahkan sesuai dengan keunggulan komparatif masing-masing daerah yang menghasilkan nilai ekonomis tinggi. Sasarannya difokuskan pada satu wilayah penduduk miskin yang dikelompokkan dalam 3 klaster. Setiap klaster, penduduk miskin berjumlah 5 hingga 10 ribu. Solusi jangka pendek dan menengahnya melalui bantuan bibit ayam petelur beserta kandang dan pakan.

 

ZONA INTEGRITAS

http://sigap-upg.pertanian.go.id/
http://www1.pertanian.go.id/wbs/
Play Pause

Site Maps

APLIKASI LOLIT SAPI POTONG

VISITORS COUNTER

TodayToday221
YesterdayYesterday368
This_WeekThis_Week1186
This_MonthThis_Month4018
All_DaysAll_Days56521

 


(by AWStats )

266468
View Pages
2815511
Hits

Kunjungi media sosial kami :