Login to your account

Username *
Password *
Remember Me

Create an account

Fields marked with an asterisk (*) are required.
Name *
Username *
Password *
Verify password *
Email *
Verify email *
Captcha *
Reload Captcha

      Loka Penelitian Sapi Potong (lolitsapi) bekerjasama dengan Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pasuruan menggelar bimbingan teknis (Bimtek) manajemen sapi potong untuk kelompok tani ternak. Kegiatan ini berlangsung di rumah Ketua Kelompok Tani Andono Sari, Dusun Kekali Desa Kalirejo Kec.  Sukorejo Kab. Pasuruan.  Peserta yang hadir adalah peternak,  PPL, mantra ternak, inseminator dan tim dari dinas sebanyak 35 orang. 

      Materi yang diberikan meliputi manajemen perbibitan, reproduksi, pakan, perkandangan, kesehatan hewan, dan pengolahan limbah.  Peneliti lolitsapi yang hadir adalah Drs. Lukman Affandhy.  Beliau mengungkapkan salah satu tujuan diadakan bimtek adalah memberikan wawasan dan pengetahuan tentang budidaya sapi potong sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitasnya.

      Kelompok tani Andono Sari merupakan binaan dari Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pasuruan yang mendapatkan bantuan bibit sapi PO dari lolitsapi. Program diseminasi teknologi hasil penelitian lolitsapi yang disebarkan bukan hanya berupa bibit tetapi teknologi yang disampaikan dalam bentuk bimtek.

      Program pendampingan yang diberikan oleh lolitsapi adalah secara berkesinambungan. Hal ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang manajemen pemeliharaan sapi potong yang efektif, efisien dan berdaya guna, demikian yang disampaikan Drs. Lukman Affandhy S.

Grati, 4 april 2018. Kelahiran sapi kembar merupakan momen yang jarang terjadi pada sapi induk. Beberapa faktor yang mempengaruhi hal tersebut adalah kualitas dan kuantitas pakan yang diberikan, manajemen kandang, dan tentunya sifat genetik sapi induk itu sendiri.

Di kandang percobaan lolitsapi momen langka tersebut kembali terjadi setelah sebelumnya di akhir tahun 2017 terjadi kelahiran sapi kembar induk sapi Bali. Pada hari ini kembali lahir sapi kembar dari induk sapi PO. Bobot pedet yang pertama adalah 20 Kg dengan kondisi fisiologi tinggi depan 73 cm, tinggi belakang 75 cm, panjang badan 59 cm, dan lingkar dada 63 cm ; pedet kedua 11 Kg dengan kondisi fisiologi tinggi depan 67 cm, tinggi belakang 74 cm, panjang badan 54 cm, dan lingkar dada 63 cm jenis kelamin betina semua sedangkan Bobot induk adalah 370 kg. Pedet yang pertama saat ini masih dalam perawatan intensif tim keswan lolitsapi dan semoga diberikan keselamatan.

Kelahiran sapi kembar merupakan sebuah berkah dalam usaha peningkatan populasi. Selain itu juga menjadi angin segar ditengah program Kementan yang menjadikan tahun 2018 sebagai tahun perbibitan dan program UPSUS SIWAB. Semoga kedepan akan lebih banyak terjadi momen kelahiran sapi kembar dari sapi – induk sapi potong yang ada di Indonesia.

Ponsel berbasis android saat ini sangat populer digunakan oleh masyarakat, tak terkecuali di kalangan petani dan peternak. Oleh karena itu, aplikasi berbasis android menjadi media yang tepat guna menyebarkan informasi.

Puslitbang Peternakan melalui Loka Penelitian Sapi Potong mengembangkan sistem aplikasi android yang diberi nama Sistem Identifikasi dan Rekording Ternak atau “Sidik Peternakan Versi 1”.

“Sidik Peternakan Versi 1” adalah aplikasi yang bermanfaat untuk melakukan identifikasi dan rekording ternak sapi. Apa itu identifikasi dan rekording? Identifikasi adalah proses/prosedur yang dilakukan untuk mengenali, mengidentifikasi karakter dan melacak ternak tertentu menggunakan suatu alat penanda khusus (marking).

Recording adalah suatu proses kegiatan yang meliputi identifikasi, pencatatan silsilah, pencatatan data produksi dan reproduksi, serta pencatatan manajemen pemeliharaan dan kesehatan ternak dalam suatu usaha ternak.

Aplikasi ini berguna untuk memudahkan dalam membedakan sapi yang satu dengan yang lain, mempermudah pengawasan ternak yang dimiliki, mempermudah pencarian atau pelacakan posisi sapi di kandang, atau jika hilang.

Selain itu dengan aplikasi ini juga bisa diketahui riwayat keturunan ternak sehingga bisa menjadi dasar seleksi ternak untuk memperoleh ternak unggul serta menghindari terjadinya perkawinan satu kerabat.

Dengan aplikasi ini juga mempermudah dalam penanganan, perawatan maupun pengobatan pada ternak berdasar catatan yang ada, terutama jika ternak tersebut membutuhkan perlakuan khusus. (Ppk)

 

Grati – Sebagai upaya peningkatan status dari eselon IV menjadi eselon III, Loka Penelitian Sapi Potong (Lolitsapi) menggelar brainstorming bersama tim Biro Organisasi dan Kepegawaian Kementerian Pertanian dan tim Menpan RB. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan peneliti, kepala bagian dan pelaksana semua bagian di Lolitsapi pada Kamis (29/3) bertempat di Ruang Bos Sondaicus.

Pertemuan diawali dengan pembukaan dari Plh. Kepala Lolitsapi Andi Mulyadi, SP dilanjutkan dengan paparan naskah akademik oleh Petugas Jasa Penelitian Lolitsapi Jauhari Efendy, S.Pt, M.Si.

Kegiatan selanjutnya adalah arahan dari tim Kemenpan RB yakni Kasubdit Kelembagaan dan Perekonomian Mulyanto, S.Ikom, dan dua orang Analis Kebijakan yaitu Dodi Heriyadi, S.IP dan Achmad Bau, S.IP. Brainstorming kali ini ditutup dengan kunjungan lapang untuk melihat sarana dan prasarana yang dimiliki oleh Lolitsapi

Sebelumnya telah dilaksanakan pula pertemuan UPT lingkup Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak) pada 2017 membahas penyempurnaan naskah akademik mengenai usulan penataan UPT yang dibuka langsung oleh Sekretaris Balitbangtan Dr. M. Prama Yufdy (FF/Lolitsapi).

 Beberapa foto kegiatan :

Batu, 3 maret 2018. Sebagai upaya untuk semakin mempererat kebersamaan, Loka Penelitian Sapi Potong (LolitSapi) menggelar Outbound. Kegiatan ini berlangsung di Taman Wisata Coban Talun, Kota Batu. Kegiatan ini sebagai upaya me- refresh diri untuk semakin melecutkan kinerja. Kita berkumpul pada momen yg berbeda. Kita tinggalkan sejenak tugas kantor dan rumah tangga. Untuk menyatukan hati kita," demikian disampaikan Kepala Lolitsapi Dr. Ir. Dicky Pamungkas, M.Sc.

Dalam sambutannya Kepala Lolitsapi Dr. Ir. Dicky Pamungkas, M.Sc mengungkapkan bahwa kegiatan ini bisa menjadi wahana antar bagian untuk saling berinteraksi. Dimana biasanya, satu sama lain di bagian yang berbeda jarang bertegur sapa. Pagi ini kita mencoba menghirup oksigen disini. Agar bisa membawa perubahan di otak kita. Kita charge kembali baterai kita dalam suasana yg luar biasa ini. Selain itu tujuan dari outbound adalah akan menyegarkan jasmani rohani. Seperti ungkapan "Mens sana in corpore sano, dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat".

ZONA INTEGRITAS

UGP
WBK
Play Pause

APLIKASI LOLIT SAPI POTONG

VISITORS COUNTER

TodayToday175
YesterdayYesterday131
This_WeekThis_Week436
This_MonthThis_Month5035
All_DaysAll_Days7063

 


(by AWStats )

5173
View Pages
35302
Hits

Kunjungi media sosial kami :