Login to your account

Username *
Password *
Remember Me

Create an account

Fields marked with an asterisk (*) are required.
Name *
Username *
Password *
Verify password *
Email *
Verify email *
Captcha *
Reload Captcha

Lolitsapi “BEKERJA” di Jember

Jember – Sebagai langkah mempercepat regulasi pencapaian swasembada pangan Nasional dan kesejahteraan petani, Kementerian Pertanian bekerjasama dengan dinas/lembaga melakukan program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (BEKERJA). Loka Penelitian Sapi Potong (Lolitsapi) sebagai salah satu UPT lingkup Kementan turut ambil bagian dalam mensukseskan program Bekerja, salah satunya dengan menghadiri kunjungan kerja program Bekerja di Kab. Jember pada Rabu (23/5). Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sendiri hadir langsung dalam program ini didampingi oleh Bupati Jember Hj. Faida, MMR, Asisten Kasad Suparto, Aster kodam V Brawijaya dan Wakil Dandim 0824. Sementara itu dari Lolitsapi hadir Kepala Lolitsapi Dr. Dicky pamungkas, M.Sc dan Peneliti Drs. Lukman Affandhy.

Program ini merupakan program pengentasan kemiskinan berbasis pertanian 1000 desa 100 kabupaten. Program ini pula berasal dari rakyat, untuk rakyat untuk memberantas kemiskinan. Adapun lokasi yang disisir di Kab. Jember saat kunjungan kerja yakni Kecamatan Kedokombo, Sukokitri dan Kalisat. Jember sendiri merupakan lokasi keempat setelah Kab. Cianjur, Magetan dan Purbalingga. Berdasarkan data dari Kemensos dan BKKBN, ada 295.291 Rumah Tangga Miskin (RTM) di Jember. Amran mengungkapkan bantuan dalam Program BEKERJA komoditasnya diarahkan berdasarkan keunggulan komparatif masing-masing daerah yang menghasilkan nilai ekonomis tinggi. Sasarannya difokuskan pada satu wilayah penduduk miskin yang dikelompokkan dalam 3 klaster. Setiap klaster, penduduk miskin berjumlah 5 hingga 10 ribu. Solusi jangka pendek dan menengahnya melalui bantuan sayur-sayuran dan bibit ayam petelur berumur dua bulan beserta kandang dan pakan.

“Untuk ayam, bantuan yang diberikan 50 ekor per rumah tangga prasejahtera. Saat usia enam bulan menghasilkan 50 butir per hari dengan masa produktif dua tahun. Sehingga pendapatan Rp 2 juta sampai Rp2,5 juta per bulan,” ungkap Amran. Sementara solusi jangka panjangnya melalui bantuan tanaman perkebunan sesuai dengan kondisi agro klimat masing-masing daerah.

Bupati Jember, Hj. Faidah mengungkapkan masyarakat Jember sangat senang menerima bantuan Kementan berupa ternak dan sayuran. Pasalnya, berbagai bantuan sangat cocok dengan aktivitas perekonomian masyarakat petani. “Saya yakin Program Bekerja sangat tepat dan efektif. Program ini tidak sekedar memberi bantaun, tapi disertai pendampingan. Dengan bantuan ini akan dihasilkan telur 11.800 kg per tahun. Saya berharap Program Bekerja janga membuat pemerintah pusat kecewa, kita buktikan program ini nyata mensejahterakan masyarakat. Yang punya anak, harus mensekolahkan anaknya minimal lulus SMA bila perlu sukses ke perguruan tinggi. Jangan sampai ada anak yang putus sekolah karena alasan biaya,” sambungnya.

Usai pemberian bantuan di Jember, tim Bekerja melanjutkan kunjungan ke Lokasi Optimalisasi pemanfaatan Alsintan (OPA) di Kec. Mayang, Kab. Jember. Dilanjutkan bertatap muka dengan mahasiswa Fakultas Pertanian Univ. Negeri Jember. Esok harinya, tim melaksanakan kunjungan ke Lumajang dengan rangkaian acara bertatap muka dengan petani penerima bantuan Alsintan dan melakukan demonstrasi penggunaan mesin pertanian oleh STPP Malang dan PPL Kab. Lumajang (FF/Lolitsapi).


ZONA INTEGRITAS

UGP
WBK
Play Pause

APLIKASI LOLIT SAPI POTONG

VISITORS COUNTER

TodayToday67
YesterdayYesterday238
This_WeekThis_Week305
This_MonthThis_Month3797
All_DaysAll_Days40509

 


(by AWStats )

5173
View Pages
35302
Hits

Kunjungi media sosial kami :