Login to your account

Username *
Password *
Remember Me

Create an account

Fields marked with an asterisk (*) are required.
Name *
Username *
Password *
Verify password *
Email *
Verify email *
Captcha *
Reload Captcha

Begini Strategi Puslitbangnak Reduksi Emisi Gas Rumah Kaca

Bogor – Dalam upaya mendukung target penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) tahun 2020, Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak) mengadakan workshop Pelatihan Peningkatkan Kompetensi dan Pengetahuan Peneliti tentang Perhitungan emisi Gas Rumah Kaca komoditas peternakan menggunakan software ALU Tool. Kegiatan ini akan berlangsung pada Senin – Jumat (16-20 Juli 2018) di The Sahira Hotel Bogor.

Kepala Puslitbangnak Dr. Atien Priyanti, M.Sc mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari proyek Badan Litbang Pertanian yang bernama Sustainable Management of Agricultural Research and Technology Dissemination (SmartD). Workshop kali ini dibuka langsung oleh Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. Ir. Muhammad Syakir, M.S, yang mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia bertekad untuk mengurangi emisi GRK sebanyak 26% pada tahun 2020. Diharapkan pada tahun 2030 Indonesia dapat menurunkan emisi dari semua sektor sebesar 29% dengan usaha sendiri. Dikutip dari Bisnis.com, komitmen ini tercantum dalam Conference of the Parties (COP) ke-21 pada Desember 2016 di Paris.

Beberapa kegiatan yang telah berlangsung yakni penyampaian teori perubahan iklim emisi GRK komoditas peternakan dari Dr. Joel Gibbs (New Zealand). Selanjutnya paparan teknik mengukur serta menghitung emisi GRK komiditas peternakan oleh Dr. Stefan Muetzel (New Zealand) dan penjelasan panduan IPCC 2006 oleh Dr. Leandro Buendia (Filipina).

Pelatihan ini sendiri diikuti oleh 36 peserta, yang terdiri dari 26 peneliti BPTP, 2 peneliti Balai Penelitian Peternakan (Balitnak), 3 peneliti Puslitbangnak, 2 peneliti Loka Penelitian Sapi Potong (Lolitsapi), 2 peneliti Loka Penelitian Kambing Potong (Lolitkambing) dan 1 peneliti Balingtan. Adapun peneliti dari Lolitsapi yang hadir yaitu Dr. Yenny Nur Anggraeny, S.Pt., MP dan Noor Hudhia K, S.Pt., M.Si.

Kepala Lolitsapi Dr. Dicky Pamungkas, M.Sc mengungkapkan bahwa emisi GRK telah menjadi isu internasional dan sudah banyak effort dari tiap negara untuk mengeliminasinya. “Kita sudah memulai dengan beberapa inisiasi riset-riset pakan yang mengarah ke ramah lingkungan dengan penerapan formulasi yang tidak hanya mengarah pada penurunan emisi carbon, tetapi juga ke peningkatan prekursor asam propionat sebagai rancang bangun pembentukan otot dan daging,” ujar Dicky.

Senada dengan Dicky, Yenny juga mengungkapkan bahwa beberapa usaha telah dilakukan untuk menurunkan emisi GRK. “Diantaranya adalah dengan melakukan penelitian pakan dengan serat kasar rendah, penggunaan ekstrak saponin dan tanin serta penggunaan probiotik penurun metana,” ucap Yenny


ZONA INTEGRITAS

UGP
WBK
Play Pause

APLIKASI LOLIT SAPI POTONG

VISITORS COUNTER

TodayToday94
YesterdayYesterday191
This_WeekThis_Week285
This_MonthThis_Month3939
All_DaysAll_Days26366

 


(by AWStats )

5173
View Pages
35302
Hits

Kunjungi media sosial kami :