Login to your account

Username *
Password *
Remember Me

Create an account

Fields marked with an asterisk (*) are required.
Name *
Username *
Password *
Verify password *
Email *
Verify email *
Captcha *
Reload Captcha

Grati . Senin – Selasa (5 – 6 November 2018) tim Puslitbangnak melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan di Loka Penelitian Sapi Potong. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Loka Penelitian Sapi Potong Dr. Dicky Pamungkas, M.Sc bertempat di ruang Bos sondaicus dihadiri oleh seluruh penanggungjawab kegiatan dan seluruh peneliti.

Monev kegiatan Loka Penelitian Sapi Potong didampingi oleh Kepala Subbidang Evaluasi Drh. Iif Syarifah dengan evaluator Ir. Bambang Setiadi, M.Si dan Dr. Yeni Widiyawati. Monev ini dilaksanakan dalam upaya melakukan pendalaman materi pada setiap kegiatan penelitian di Loka Penelitian Sapi Potong Tahun Anggaran 2018. Selain itu, dilakukan pula evaluasi terhadap permasalahan, progres dan tindaklanjut dengan pemberian saran atau rekomendasi kegiatan penelitian. Dilakukan pula analisa terhadap realiasai fisik dan anggaran setiap kegiatan.

Dalam acara ini, dilaksanakan pula evaluasi penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI) dari hasil kegiatan penelitian yang telah dilakukan oleh Loka Penelitian Sapi Potong pada TA 2015 – 2017.

Usaha penggemukan sapi potong merupakan salah satu sektor bisnis yang paling menguntungkan dalam usaha peternakan sapi potong. Selain faktor keuntungan juga waktu balik modal yang lebih cepat dari pada usaha pembibitan.

Waktu yang ideal untuk penggemukan sapi potong adalah sekitar 6-12 bulan. Semakin pendek akan semakin menguntungkan. Faktor lain yang tidak kalah penting adalah kejelian dalam memilih bakalan sapi yang akan digemukkan agar proses penggemukan sesuai dengan yang ditargetkan. Pemilihan target pasar juga menentukan besar kecilnya keuntungan yang diperoleh oleh peternak.

Faktor yang memiliki peran terbesar adalah pakan. Hampir 80 % biaya penggemukan sapi potong dikeluarkan untuk pakan. Proses pemilihan bahan pakan dan penyusunan ransum pakan menjadi faktor yang sangat krusial. Perlu dipilih bahan pakan yang nutrisinya memenuhi, harganya murah, terjangkau lokasinya, stoknya berkesinambungan, dan proses penyusunan ransum pakan sesuai dengan target nutrisi pakan.

Pakan yang nutrisinya baik tetapi lokasinya jauh akan menyebabkan biaya transportasi yang besar. Stok bahan pakan berkesinambungan diperlukan agar tidak terlalu sering ganti formulasi pakan yang menyebabkan bertambahnya masa adaptasi pakan pada sapi. Formulasi yang jeli dan tepat akan memberikan imbangan nutrisi yang efektif untuk pertumbuhan sapi potong.

Itulah beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam usaha penggemukan sapi potong. Untuk membantu penyusunan ransum pakan silahkan download aplikasi penyusunan ransum pakan di laman web lolisapi. (lolitsapi.litbang.pertanian.go.id)

 

Sungaiselan – Sebagai upaya meningkatkan efisiensi usaha pengembangbiakan dan pembibitan sapi, Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak) bekerjasama dengan BPTP Babel dan Dinas Pertanian Bangka Tengah melaksanakan temu lapang di Kelompok Tani Tunas Baru, Sungaiselan, Bangka Tengah. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa - Kamis (27-29/3) ini dalam rangka melaksanakan sosialisasi dan evaluasi hasil kegiatan sistem integrasi sapi-sawit.

Dihadiri oleh BPTP dari 19 provinsi, acara ini sekaligus mengenalkan SITT di kancah nasional. Turut dipajang juga produk ternak unggulan dari kelompok tani se-Kabupaten Bangka Tengah.

Hadir dalam acara tersebut Bupati Bangka Tengah Ibnu Saleh, Kepala Puslitbangnak Dr. Atien Priyanti, S.P, M.Sc dan Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA.

Dilansir dari Bangkapos, Atien mengungkapkan rasa bangga kepada Kelompok Tani Tunas Baru yang gigih dan pantang menyerah pasca banjir. Sementara itu, Ibnu Saleh dalam sambutannya mengajak tamu undangan untuk segera mendownload aplikasi ‘Takesi’ (Teknologi Android Kesehatan Sapi).

Hadir pula dalam rangkaian acara yang berlangsung dua hari ini Kepala Loka Penelitian Sapi Potong (Lolitsapi) Dr. Ir. Dicky Pamungkas, M.Sc dan Peneliti Lolitsapi Dr. Yenny Nur A, S.Pt, M.P.

Dicky mengungkapkan Sistem Integrasi Tanaman-Ternak (SITT) adalah salah satu kegiatan strategis Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mempertahankan proses bioindustri berkelanjutan (sesuai dengan visi dan misi Balitbangtan).

“Lolitsapi telah mendampingi beberapa inovasi baik di kelompok ternak, maupun di BPTP Kab. Bangka Tengah. Salah satu inovasi Lolitsapi, yakni Replikasi kandang komunal Litbangtan di kelompok peternak telah mampu meningkatkan populasi dan efisiensi produksi,” ujar Dicky.

Beberapa foto kegiatan :

    

Beberapa tanda yang bisa dijadikan pedoman oleh peternak untuk mengamati sapi induk betina :

  1. Terlihat vulvanya dengan istilah 3 A (abang aboh dan angat)
  2. Keluar lendir dari vagina,
  3. Gelisah (menaiki sapi lain atau kandang),
  4. Vulva bengkak dan hangat warna kemerahan,
  5. Keluar air mata dan dinaiki pejantan atau sapi lain diam saja
  6. Ekor sapi sering diangkat ke atas

Semoga bermanfaat. Semangat swasembada protein hewani...

Grati, 11 Januari 2018. Sapi potong mempunyai beragam jenis yang tersebar di seluruh dunia. Setiap jenis mempunyai keunggulan dan kekurangan menyesuaikan lokasi habitat asal sapi tersebut. Di Indonesia sendiri mempunyai beberapa jenis sapi potong yang tersebar mulai dari sabang sampai merauke. Populasi terbesar yang ada di Indonesia adalah jenis sapi PO, Bali, dan Madura.

Loka Penelitian Sapi Potong bekerja sama dengan Balai Embrio Ternak Cipelang dan BBIB Singosari untuk penelitian pengembangkan sapi potong impor jenis Belgian Blue (BB) melalui teknologi transfer embrio dan inseminasi buatan. Langkah awal yang dilakukan adalah proses seleksi sapi resipien kemudian dilanjutkan dengan transfer embrio dimana embrio sapi belgian blue dikembangkan di dalam rahim induk sapi PO terpilih. Selain itu juga akan dilakukan pengembangan sapi BB melalui inseminasi buatan terhadap induk-induk sapi PO yang terpilih. Kriteria pemilihan Induk Sapi PO adalah mempunyai performan reproduksi yang lebih baik dari induk sapi PO lainnya dan sapi PO dianggap yang paling sesuai sebagai resipien embrio sapi BB dibandingkan dengan induk sapi Bali ataupun induk sapi Madura.

 Beberapa foto kegiatan :

 

 

 

ZONA INTEGRITAS

http://sigap-upg.pertanian.go.id/
http://www1.pertanian.go.id/wbs/
Play Pause

Site Maps

APLIKASI LOLIT SAPI POTONG

VISITORS COUNTER

TodayToday221
YesterdayYesterday368
This_WeekThis_Week1186
This_MonthThis_Month4018
All_DaysAll_Days56521

 


(by AWStats )

266468
View Pages
2815511
Hits

Kunjungi media sosial kami :