Login to your account

Username *
Password *
Remember Me

Create an account

Fields marked with an asterisk (*) are required.
Name *
Username *
Password *
Verify password *
Email *
Verify email *
Captcha *
Reload Captcha

Grati. Potensi peternakan masih mempunyai daya tarik bagi sebagian masyarakat yang tinggal di wilayah yang padat penduduk. Lahan yang minim bukan menjadi halangan bagi peternak Kab. Sidoarjo untuk mengembangkan ternak sapi potong.

Semangat dari peternak yang tergabung dalam kelompok ternak binaan dinas Pangan dan Pertanian Kab. Sidoarjo  ini yang menjadikan suatu alasan Dinas untuk memberikan pelatihan. Dengan konsep pemanfaatan potensi jerami padi yang cukup melimpah di sekitar Kab. Sidoarjo tema pelatihan yang diambil adalah fermentasi jerami.

Narasumber dari Lolitsapi adalah Dr. Risa Antari dan Ir Didik Eko W. Dalam paparannya Bu Risa menyampaikan bahwa potensi jerami cukup besar untuk dijadikan pakan sapi potong karena jumlahnya sangat melimpah. Selain di dalam ruangan para tamu juga berkunjung ke kandang percobaan loka penelitian sapi potong bersama Pak Didik Eko W.

Grati. Sebanyak 35 orang tim dari Dinas Peternakan Kab. Timor Tengah Selata bersama dengan peternak dan petugas teknis mengunjungi Loka Penelitian Sapi Potong untuk melakukan study banding. Populasi sapi potong terbesar di wilayah Kab. Timor Tengah Selatan adalah sapi bali.

Maksud dan tujuan dari study banding ini adalah agar kami mendapatkan pengalaman dan informasi baru terkait manajemen pemeliharaan sapi potong yang ada di Loka Penelitian Sapi Potong. Dalam kunjungan ini para tamu didampingi langsung oleh Kepala Loka Penelitian Sapi Potong Dr. Ir. Dicky Pamungkas dan Ir. Didik Eko W.   

Pasuruan – Loka Penelitian Sapi Potong (Lolitsapi) menerima kunjungan Kelompok Tani Ternak Berkah Makmur, Madiun pada Rabu, 25 Juli 2018. Kadi, Ketua Kelompok Tani Ternak Berkah Makmur mengungkapkan bahwa kehadirannya bersama 50 anggota kelompok adalah untuk menimba ilmu terkait permasalahan ternak sapi potong yang sulit diatasi.

“Diantaranya masalah yang sering kami hadapi adalah Inseminasi Buatan (IB) berulang. Ini adalah permasalahan yang kompleks yang kami hadapi,” ujar Kadi.

Kadi menambahkan permasalahan ini sering terjadi diakibatkan mengenai tingkat kesabaran dari peternak untuk memahami kondisi sapi yang dimiliki, juga diakibatkan oleh fase birahi yang sering sudah terlewat. Masalah kedua yang sering dihadapi adalah masalah pakan dan ketiga adalah masalah kebersihan dari kandang, seperti jarangnya peternak memandikan sapi.

Dalam kunjungan ini, kelompok tani ternak didampingi oleh Tri Agus Sulistya, S.Pt selaku peneliti Lolitsapi. Beberapa masalah tersebut disharing dan didiskusikan untuk dicarikan pemecahan masalahnya. Usai diskusi, peternak pun diajak berkeliling lokasi kandang Lolitsapi untuk melihat lebih dekat manajemen pemeliharaan sapi potong serta sistem perkandangan yang dimiliki oleh Lolitsapi

Pasuruan – Loka Penelitian Sapi Potong (Lolitsapi) menerima kunjungan lapang dalam rangka kegiatan peningkatan populasi ternak Dinas Pertanian Kota Semarang. Acara ini berlangsung pada Kamis, 26 Juli 2018 berlokasi di Ruang Boss Sondaicus, Lolitsapi dengan peserta sejumlah 35 orang yang merupakan petugas teknis peternakan dan petani ternak Kota Semarang. Muji Mulyo, S.Pt, M.Si selaku Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Semarang mengungkapkan bahwa kegiatan ini sebagai salah satu sarana untuk meningkatkan kompetensi petugas ternak serta peternak di Kota Semarang.

Sementara itu, Tri Agus Sulistya, S.Pt selaku peneliti Lolitsapi yang bertugas mendapingi peserta mengatakan bahwa Lolitsapi memiliki fungsi melaksanakan penelitian komoditas sapi potong.

Lolitsapi memiliki dua Kelompok Peneliti (Kelti), yakni Kelti Nutrisi dan Pakan Ternak serta Kelti Reproduksi dan Pemuliaan Ternak. Beberapa penelitian yang dikembangkan Lolitsapi yakni penelitian pakan dengan protein rendah, penggunaan saponin dan tanin serta penggunaan probiotik penuruan metan. Test kit kebuntingan sapi, kandang kelompok model Litbangtan, bank pakan pada kandang kelompok sapi potong, Nut-MB Plus, pengembangan hormon AMH untuk penentuan timing IB, serta masih banyak lagi penelitian yang lainnya. Lolitsapi juga menghadirkan rekomendasi pola budidaya sapi potong untuk pembibitan menggunakan kandang kelompok model Litbangtan dengan prosentase 1 pejantan untuk 25 – 30 ekor sapi.

Usai diskusi dan tanya jawab, peserta pun diajak berkeliling lokasi kandang untuk melihat lebih dekat sapi potong yang dikembangkan di Lolitsapi. Hal lainnya, peserta dapat mempelajari manajemen pemeliharaan secara langsung serta melihat model perkandangan yang bisa diterapkan di lokasi masing-masing.

Grati, 11 Januari 2018. Program swasembada daging sapi masih menjadi program Kementerain Pertanian. Populasi sapi potong yang cukup besar menjadi potensi yang harus terus dikembangkan agar program tersebut bisa tercapai. Beberapa program dilakukan secara terus menerus untuk mencapai tujuan tersebut, salah satunya adalah upaya khusus sapi induk wajib bunting (UPSUS SIWAB).

Melihat kondisi peternakan di Indonesia seperti di atas maka mahasiswa fakultas peternakan Universitas Islam Balitar mempunyai keinginan untuk mengembangkan potensi diri dengan melakukan study banding ke Loka Penelitian Sapi Potong. Hal ini perlu dilakukan agar mahasiswa mempunyai pengalaman lebih dalam hal manajemen pemeliharaan sapi potong sebelum nantinya terjun ke masyarakat sebagai pelaku dalam bidang peternakan sapi potong.

Bukan hanya study banding yang menjadi tujuan utama kunjungan ke Lolitsapi. Akan tetapi ada tindak lanjut dari kegiatan tersebut, yaitu perjanjian kerjasama kegiatan penelitian dan magang mahasiswa untuk ke depannya.

ZONA INTEGRITAS

http://sigap-upg.pertanian.go.id/
http://www1.pertanian.go.id/wbs/
Play Pause

Site Maps

APLIKASI LOLIT SAPI POTONG

VISITORS COUNTER

TodayToday222
YesterdayYesterday368
This_WeekThis_Week1187
This_MonthThis_Month4019
All_DaysAll_Days56522

 


(by AWStats )

266468
View Pages
2815511
Hits

Kunjungi media sosial kami :