Login to your account

Username *
Password *
Remember Me

Create an account

Fields marked with an asterisk (*) are required.
Name *
Username *
Password *
Verify password *
Email *
Verify email *
Captcha *
Reload Captcha

Strategi pemberian pakan berbahan biomass lokal pada peternak sapi potong komersial: studi perbaikan pakan pada usaha penggemukan

Yenny Nur Anggraeny dan Uum Umiyasih

Loka Penelitian Sapi Potong, Grati, Pasuruan 67184

 Abstrak

Pada usaha peternakan komersial, dibutuhkan strategi pemberian pakan yang efiisien; yang memenuhi target kebutuhan nutrient dan secara ekonomis menguntungkan. Pengujian effisiensi pakan dilaksanakan bekerja sama dengan usaha penggemukan komersial CV Japon–Blora yang selama ini menggunakan jerami dan konsentrat berbahan baku lokal namun keuntungan yang diperoleh masih rendah (BC ratio 1–1,1). Upaya effisiensi dilakukan dengan memodifikasi pakan pola CV Japon–Blora; diujikan terhadap 20 ekor sapi bakalan dengan berat badan rata–rata 250–300 kg. Perlakuan dibedakan menjadi 4 macam yaitu (A) pakan pola CV Japon–Blora terdiri atas jerami fermentasi ad libitum (7–8 kg) + 5 kg konsentrat I sebagai kontrol; (B) 3–3,5 kg jerami fermentasi + 6 konsentrat I; (C) 3–3,5 kg jerami biasa (non fermentasi) + 6 kg konsentrat II dan (D) 3–3,5 kg jerami biasa + 6 kg konsentrat II + suplemen (vitamin dan mineral). Pada perlakuan B, C dan D jumlah pakan disesuaikan dengan standar kebutuhan untuk target Pertambahan Bobot Badan Harian (PBBH) 0,8 kg ekor-1hari-1dengan perbandingan jerami: konsentrat = 40 : 60. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Parameter yang diamati meliputi PBBH, konsumsi, effisiensi ransum dan nilai ekonomis. Data teknis dianalisis menggunakan anova dan data ekonomi dengan BC ratio. Hasil penelitian menunjukan perlakuan tidak berpengaruh terhadap konsumsi BK, akan tetapi berpengaruh nyata terhadap konsumsi PK dan TDN. Konsumsi PK terendah yakni sebesar 0,57 kg ekor−1hari-1terdapat pada perlakuan A dan konsumsi tertinggi pada perlakuan D sebesar 0,68 kg ekor-1hari-1. Adapun konsumsi TDN terendah pada perlakuan C sebesar 2,93 kg ekor-1hari-1 dan tertinggi pada perlakuan A sebesar 3,40 kg ekor-1hari-1. Hasil pengamatan terhadap nilai PBBH terendah pada perlakuan A (0,72 kg ekor-1 hari-1) dan tertinggi pada perlakuan C (1,04 kg ekor-1 hari-1). Hal ini sejalan dengan konversi pakan berbanding terbalik dengan nilai efisiensi ransum; nilai konversi pakan tertinggi adalah pada perlakuan A (7,34) dengan efisiensi ransum terendah (12,88) sedangkan nilai konversi pakan terendah adalah pada perlakuan C (4,22) dengan effisiensi ransum tertinggi (17,93). Hasil analisis ekonomis menunjukan bahwa terjadi peningkatan nilai BC ratio pada perlakuan C (2,71) dan D (2,66) dari BC ratio perlakuan A (kontrol) sebesar 1,83. Disimpulkan bahwa penggunaan bahan pakan biomass lokal dalam kombinasi yang tepat ternyata mampu mengefisienkan biaya pakan.

 Kata kunci: Sapi potong, penggemukan, bahan pakan lokal, effisiensi

 

Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner 2004

 Fulltext:

 


ZONA INTEGRITAS

http://sigap-upg.pertanian.go.id/
http://www1.pertanian.go.id/wbs/
Play Pause

Site Maps

APLIKASI LOLIT SAPI POTONG

VISITORS COUNTER

TodayToday9
YesterdayYesterday212
This_WeekThis_Week221
This_MonthThis_Month5068
All_DaysAll_Days57571

 


(by AWStats )

266468
View Pages
2815511
Hits

Kunjungi media sosial kami :