Login to your account

Username *
Password *
Remember Me

Create an account

Fields marked with an asterisk (*) are required.
Name *
Username *
Password *
Verify password *
Email *
Verify email *
Captcha *
Reload Captcha

Puji syukur kita panjatkan Kehadirat Allah SWT atas hidayah dan inayah-Nya, maka buku Rekomendasi Teknologi Penanganan Gangguan Reproduksi Sapi Bali pada Program Pengembangan Ternak Terpadu di Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam rangka mendukung PSDSK 2014 dapat diselesaikan. Buku ini merupakan rekomendasi teknologi hasil Kegiatan pendampingan teknologi sapi potong pada wilayah kerja BPTP Kep. Babel, khususnya di beberapa kecamatan di Kab. Bangka Tengah Prov. Kep. Bangka Belitung, sebagai penyedia teknologi sapi potong di setiap lokasi sesuai dengan kebutuhan pengguna, dalam rangka menggali teknologi komersial dan menyebarluaskan teknologi aplikatif.

Kegiatan pendampingan dilaksanakan oleh tiga peneliti dan beberapa staf BPTP Kep. Babel dan Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. Bangka Tengah dengan dengan melibatkan beberapa kelompok ternak dalam rangka penanganan permasalahan dan gangguan reprpoduksi sapi  sapi induk pada usaha peternakan rakyat program pengembangan sapi potong terpadu dalam rangka mendukung peningkatan populasi dan produktivitas sapi potong mendukung PSDSK 2014.

Buku ini merupakan rekomendasi teknologi dalam pelaksanaan kegiatan Pendampingan Teknologi Budidaya Sapi Potong di Wilayah PSDSK 2014. Semoga buku ini dapat bermanfaat sebagai informasi dalam pelaksanaan pendampingan teknologi dan atau sebagai tindak lanjut kegiatan berikutnya.

Keberhasilan reproduksi akan sangat mendukung peningkatan populasi sapi potong. Namun kondisi sapi potong di usaha peternakan  rakyat, hingga saat ini sering dijumpai adanya kasus gangguan reproduksi yang ditandai dengan rendahnya fertilitas induk, akibatnya berupa penurunan angka kebuntingan dan jumlah kelahiran pedet, sehingga mempengaruhi penurunan populasi sapi dan pasokan penyediaan daging secara nasional. Perlu dicarikan solusi untuk meningkatkan populasi sapi potong dalam rangka mendukung  kecukupan daging sapi secara nasional tahun 2010.

Gangguan reproduksi yang umum terjadi pada sapi diantaranya: (1) retensio sekundinarium distokia abortus endometritis  (ari-ari tidak keluar), (2) distokia (kesulitanmelahirkan) (3) abortus  (keguguran), dan (4) kelahiran prematur/sebelum waktunya. Gangguan reproduksi tersebut menyebabkankerugian ekonomi sangat besar bagi petani yang berdampak terhadap penurunan pendapatan peternak; umumnya disebabkan oleh beberapafaktor, diantaranya : (1). penyakit reproduksi, (2) buruknya sistempemeliharaan, (3) tingkat kegagalan kebuntingan dan (4) masih adanyapengulangan inseminasi, yang kemungkinan salah satu penyebabnya adalah adanya gangguan reproduksi; di Sumatera Barat 60 % disebabkan oleh endometritis dan 40 % hormonal

Penanganan gangguan reproduksi ditingkat pelaku usaha peternakan masih kurang, bahkan beberapa peternak terpaksa menjual  sapinya dengan harga yang murah karena ketidaktahuan cara menangani. Perlu pemasyarakatan teknologi inovatif untuk penanggulangan gangguan reproduksi sapi potong, khususnya pada sapi induk usaha perbibitan rakyat dengan harapan sapi induknya produktif sehingga memacu semangat untuk berusaha.

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala hidayah dan inayah-Nya  dengan selesainya buku “Buku Petunjuk Teknis Sistem Pemeliharaan Sapi Pejantan Pemacek

Buku petunjuk teknis in dibuat sebagai salah satu upaya penyebarluasan teknologi pemeliharaan sapi potong pejantan yang digunakan sebagai pemacek guna mendukung pengembangan dan meningkatkan produktivitas sapi potong. Buku ini menguraikan secara praktis dan sederhana sehingga mudah dalam pemahaman dan pelaksanaannya oleh pengguna. Penerbitan buku ini dibiayai oleh kegiatan Diseminasi Teknologi SapiPotong dan Pendampingan PSDS Loka Penelitian Sapi Potong T.A. 2010.

Kepada staf peneliti di Loka Penelitian Sapi Potong yang telah menyusun buku petunjuk ini teknis ini diucapkan terima kasih dan penghargaan, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca yang membutuhkannya.

Kompos merupakan pupuk organik yang berasal dari sisa tanaman dan kotoran hewan yang telah mengalami proses dekomposisi atau  pelapukan. Selama ini sisa tanaman dan kotoran hewan tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan sebagai pengganti pupuk buatan. Kompos yang baik adalah yang sudah cukup mengalami pelapukan  dan dicirikan oleh warna yang sudah berbeda dengan warna bahan pembentuknya, tidak berbau, kadar air rendah dan sesuai suhu ruang. Proses pembuatan dan pemanfaatan kompos dirasa masih perlu  ditingkatkan agar dapat dimanfaatkan secara lebih efektif, menambah pendapatan peternak dan mengatasi pencemaran lingkungan.

Proses pengomposan adalah proses menurunkan C/N bahan organik hingga sama dengan C/N tanah ( 20). Selama proses  pengomposan, terjadi perubahan-perubahan unsur kimia yaitu : 1) karbohidrat, selulosa, hemiselulosa, lemak dan lilin menjadi CO  dan H2O,  2) penguraian senyawa organik menjadi senyawa yang dapat diserap tanaman.

Kompos merupakan salah satu komponen untuk meningkatkan kesuburan tanah dengan memperbaiki kerusakan fisik tanah akibat  pemakaian pupuk anorganik (kimia) pada tanah secara berlebihan yang berakibat rusaknya struktur tanah dalam jangka waktu lama.

Mengingat pentingnya pupuk kompos dalam memperbaiki struktur tanah dan melambungnya harga pupuk buatan maka perlu disusun buku petunjuk teknis pembuatan kompos organic berbahan kotoran  sapi untuk memudahkan petani dalam memanfaatkan kotoran sapi, sekaligus memproduksi pupuk organic yang akhirnya akan menambah  pendapatan.

Ucapan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT atas rakhmat dan hidayah-Nya sehingga penyusunan buku petunjuk teknis tentang Penggemukan Sapi Potong Pola LEISA ini dapat terlaksana dengan baik.

Saat ini adalah masa-masa yang cukup sulit bagi pemerintah untuk mewujudkan swasembada daging sapi tanpa bantuan peternak, karena sebagian besar usaha sapi potong merupakan usaha peternakan rakyat dengan produktivitas yang rendah. Usaha yang belum sepenuhnya berwawasan agribisnis dengan penerapan teknologi seadanya dikhawatirkan tidak akan mampu memacu produksi yang ditargetkan. Oleh sebab itu inovasi teknologi penggemukan sapi yang murah dan mudah diterapkan oleh peternak diharapkan akan mampu memacu peningkatan produktivitas mendukung Program Swasembada Daging Sapi 2014 yang akan datang. Pencetakan dan penerbitan buku ini dibiayai dari dana Diseminasi Loka Penelitian Sapi Potong TA 2010.

Kepada seluruh staf yang telah menyusun buku petunjuk teknis ini diucapkan terima kasih dan semoga bermanfaat bagi para pembaca yang membutuhkan.

ZONA INTEGRITAS

UGP
WBK
Play Pause

APLIKASI LOLIT SAPI POTONG

VISITORS COUNTER

TodayToday5
YesterdayYesterday83
This_WeekThis_Week5
This_MonthThis_Month3107
All_DaysAll_Days15558

 


(by AWStats )

5173
View Pages
35302
Hits

Kunjungi media sosial kami :