Login to your account

Username *
Password *
Remember Me

Create an account

Fields marked with an asterisk (*) are required.
Name *
Username *
Password *
Verify password *
Email *
Verify email *
Captcha *
Reload Captcha

Malinau - Sebagai upaya mensukseskan Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB), tim Puslitbangnak melaksanakan pendampingan dan Bimtek di Kab. Malinau, Kalimantan Utara. Tim Puslitbangnak diwakili peneliti dari Puslitbangnak Prof. Ismeth Inounu dan Dr. Ratna Ayu Saptati, serta tim dari Lolitsapi Drs. Lukman Affandhy dan Dr. Ir. Aryogi, M.P.

Kegiatan dimulai dengan melaksanakan pra potensi dan kendala pelaksanaan UPSUS SIWAB. Selanjutnya dilangsungkan koordinasi dengan Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Kabupaten Bulungan dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kab. Malinau Drs. Hendris Damus, M.Si.

Bimtek berlangsung di Kompleks Perkantoran Bupati Malinau yang diikuti oleh seluruh PPL, Kepala Desa, Ketua Kelompok Peternak dan tim UPSUS SIWAB Kab. Malinau sebanyak total 42 peserta.

Bimtek ditutup dengan melakukan cek lapangan performans sapi induk dan pedet, cek kelayakan resipien IB dan sinkronisasi birahi. Aryogi mengungkapkan peluang pengembangan sapi potong di Malinau sangat besar. "Namun penyebaran penduduk yang sangat luas serta skill dan penderasan inovasi teknologi yang masih sangat minim merupakan kendala yang saat ini dihadapi," ujar Aryogi.

Melihat kondisi ini, pendampingan secara intensif tentang budidaya sapi sistem umbaran, serta percepatan penderasan informasi dan teknologi harus segera dilakukan (ASP/FF/Lolitsapi).

Beberapa foto kegiatan :

      

Inovasi teknologi di bidang pertanian merupakan suatu hal penting untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian di Indonesia. Badan Litbang Pertanian mempunyai slogan science, innovation, networks yang merupakan penjabaran dari hasil kegiatan penelitian yang menghasilkan suatu inovasi teknologi yang dapat diaplikasikan oleh seluruh masyarakat di Indonesia. Sehingga kegiatan diseminasi dan publikasi untuk mengenalkan hasil inovasi teknologi pertanian perlu dilakukan agar dapat dikenal dan diaplikasikan oleh masyarakat. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah kegiatan pameran di Soropadan Agro Expo yang merupakan kegiatan tahunan pemerintah provinsi Jawa Tengah untuk mengenalkan produk dan inovasi teknologi pertanian kepada masyarakat.

Dalam sambutannya Gubernur Jawa Tengah Pak Ganjar Pranowo menyampaikan bahwa petani, peternak dan nelayan agar terus belajar dan termotivasi dengan banyaknya produk unggulan dari berbagai macam instansi yang mengikuti pameran baik pemerintah maupun swasta. Mendukung program swasembada dan berkedaulatan pangan di Indonesia. Juga diharapkan dapat menjadi bagian dari promosi dan upaya untuk menciptakan peluang pengembangan pasar komoditas agro agar menjadi pilar utama pembangunan pertanian, baik tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, kehutanan, peternakan, perikanan dan komoditas agro lainnya yang dapat mengangkat daya saing petani di pasar mancanegara.

Loka Penelitian Sapi Potong mempunyai mandat untuk memberikan inovasi teknologi dalam bidang peternakan sapi potong. Bersama BPTP Jawa Tengah Lolitsapi mengenalkan kepada pengunjung pameran beberapa teknologi yang dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian seperti budidaya tanaman pangan, tanaman sayuran, lingkungan pertanian, dan sapi potong. Inovasi teknologi yang ditampilkan Lolitsapi adalah suplementasi pakan Nut MB Plus, kit kebuntingan dini pada induk sapi potong, vaksin, aplikasi formulasi ransum pakan sapi potong, dan teknologi manajemen pemeliharaan sapi potong.  

Foto Kegiatan:

 

 

Grati, 05 April 2017. Provinsi Jawa Timur mempunyai potensi pengembangan sapi potong yang besar. Hal ini menyebabkan Provinsi Jatim mendapatkan perhatian serius untuk pelaksanaan program UPSUS SIWAB tahun 2017. Untuk mencapai target yang telah direncanakan dari program ini maka koordinasi dari berbagai instansi terkait di wilayah Jatim sangat diperlukan.

Loka Penelitian Sapi Potong mendapatkan tanggungjawab untuk menjadi supervisi di Kab. Pasuruan, Kota Probolinggo, dan Kab. Lumajang. Supervisi mempunyai tugas untuk memberikan pendampingan teknologi bagi tim teknis dilapang. Untuk menjalin informasi dan kerjasama yang baik maka Lolitsapi mengadakan rapat koordinasi dengan mengundang kurang lebih 20 orang tim pelaksana. Pemateri yang dihadirkan adalah dari peneliti Lolitsapi yaitu tentang reproduksi oleh Dr. Hartati, S.Pt., M.Sc, Nutrisi Dr. Yenny Nur Anggraeny, S.Pt., MP, dan laporan kegiatan oleh Drs. Lukman Affandhy S sedangkan dari luar menhadirkan pemateri dari UPT IB Dinas Peternakan Jawa Timur.

Selain pemaparan materi juga dilakukan diskusi untuk menampung berbagai permasalahan yang ada di lapang. Informasi terkait sistem manajemen pelaporan dan mekanisme UPSUS SIWAB  dari Dinas Peternakan Jawa Timur menjadi pembahasan yang cukup hangat. Hal ini dikarenakan banyak sekali sistem dan aturan baru yang belum sepenuhnya dipahami oleh tim teknis dilapang.

Grati, 6 Juni 2017. Selama tiga hari yaitu dari tanggal 6-8 Juni 2017, Lolitsapi mengadakan kegiatan ilmiah dalam rangka mendukung program UPSUS SIWAB Kementerian Pertanian yaitu seminar hasil penelitian sapi potong di Lolitsapi yang dikemas dalam bentuk kegiatan “Evaluasi Kegiatan Penelitian Loka Penelitian Sapi Potong Mendukung Program UPSUS Siwab”. Sebagai tim pembahas mendatangkan stakeholders terdiri atas (i) unsur perguruan tinggi negeri maupun swasta; seperti Univ. Brawijaya, Univ. Gadjah Mada, Universitas Sebelas Maret, Univ. Jenderal Soedirman, Univ. Muhammadiyah Malang, Univ. Islam Malang, Univ. Tribhuwana Tunggadewi Malang, Univ. Kanjuruhan Malang dan Politeknik Pertanian dan Peternakan Mapena Tuban; (ii) UPT Lingkup Kementan wilayah Malang dan sekitarnya (BPTP Jawa Timur, BBIB Singosari Malang, BBPP Batu, STPP Malang; serta (iii) dinas terkait yang membidangi fungsi peternakan (Dinas Peternakan Prov. Jawa Timur, Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Kab. Pasuruan, Dinas Pertanian Kota Probolinggo dan Dinas Pertanian Kab. Lumajang).

Acara dibuka oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan yang diwakili oleh Ketua Tim Monev yaitu Ir. Bambang Setiyadi, M.Sc. Beberapa kegiatan penelitian dan diseminasi yang dipresentasikan adalah (i) Pendampingan, Koordinasi, Bimbingan dan Dukungan Teknologi UPSUS Daging, ASP, ATP, dan Komoditas Utama Kementan, (ii) Pembentukan Galur Baru Sapi PO Terseleksi, (iii) Pembuatan Antibodi Protein Spesifik Sebagai Bahan Diagnostik Kebuntingan Dini pada Sapi Peranakan Ongole Betina, (iv) Pembentukan Rumpun Baru Sapi Potong Persilangan Sapi PO dan Bali, (v) Teknologi Pakan Ramah Lingkungan Menggunakan Senyawa Saponin-Tanin dan Probiotik, (vi) Penentuan Standar Pakan Calon Galur Sapi PO Terseleksi Lepas Sapih, (vii) Suplementasi Pakan Sumber Serat Rendah Dinding Sel Pengaruhnya terhadap Performans Sapi Peranakan Ongole Lepas Sapih dan Produksi Metan, (viii) Konservasi Rumpun Sapi Sragen, (ix) Pembibitan Sapi Bali dan Madura Menggunakan Model Kandang Litbangtan, (x) Pengelolaan dan Pemanfaatan Bibit Sumber Sapi Potong, dan (xi) Pendampingan Sistem Integrasi Tanaman Ternak.

Output yang diharapkan dari kegiatan ini adalah adanya masukan dan saran dari beberapa pembahas agar kegiatan penelitian dan diseminasi tahun anggaran 2016 tersebut dapat menghasilkan karya tulis ilmiah berkualitas sehingga bisa diterbitkan dalam bentuk jurnal nasional/internasional terakreditasi, Wartazoa serta publikasi ilmiah lainnya.

Beberapa foto kegiatan :

 

Dalam rangka mendukung kegiatan Upsus Siwab 2017 Loka Penelitian Sapi potong  telah diberikan tugas untuk mensupervisi atau mendampingi di wilayah Kab. Lumajang, Kota Probolinggo dan Kab. Pasuruan Provinsi Jawa Timur. Berdasarkan arahan Ditjen PKH bahwa tugas Tim Supervisi adalah 1).Melakukan koordinasi dengan unsur pemerintah daerah dan Dinas Teknisserta Unit Kerja yang terkait dalam pelaksanaan kegiatan Upsus Siwab sesuai dengan wilayah lokasi pendampingannya;2).Melakukan Sosialisasi Kegiatan Upsus Siwab di wilayah yang menjadi tanggung jawabnya; melakukan pendampingan, bimbingan dan pembinaan pelaksanaan kegiatan Upsus Siwab di wilayah yang menjadi tanggung jawabnya; 3).Melakukan monitoring dan memberikan masukan dalam rangka penyempurnaan pelaksanaan kegiatan Upsus Siwab 4).Menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan Upsus Siwab di wilayah yang menjadi tanggung jawabnya secara periodik sesuai dengan ketentuan.


Dalam rapat koordinasi dan supervisi yang dilaksanakan pada hari Selasa, 21 – 22 Februari 2017, dengan Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang, pada kesempatan tersebut Bapak Ir. Paiman selaku Kepala Dinas Pertanian, Kabupaten Lumajang menyampaikan dukungannya terkait kegiatan Upsus Siwab dan diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan pendapatan peternak khususnya sapi potong dan perah. Pada kesempatan ini Kepala Loka Penelitian Sapi potong Dr. Ir. Dicky Pamungkas, M.Sc dan beberapa staf peneliti menyampaikan tujuan kegiatan ini adalah untuk mendiskusikan sejumlah hal yang terkait dengan pelaksanaan Upsus Siwab pada tahun 2017, disamping itu rapat koordinasi ini membahas sejumlah permasalahan teknis di lapang, khususnya permasalahan yang dihadapi oleh peternak dan inseminator.
Rencana Kerja yang akan dilakukan Loka Penelitian Sapi potong dalam mendukung program Upsus Siwab antara lain:

  • Membantu mendiagonasa kebuntingan sapi melalui uji coba pemeriksaan urine/darah,
  • Penyebaran bibit hijuan pakan ternak berupa jenis rumput dan legum sesuai spesifik lokasi serta membantu memecahkan permasalahan yang berhubungan dengan program Upsus Siwab di masing-masing lokasi pendampingan
  • Penyedia teknologi yang berhubungan dengan komoditas ternak sapi.  

ZONA INTEGRITAS

UGP
WBK
Play Pause

APLIKASI LOLIT SAPI POTONG

VISITORS COUNTER

TodayToday172
YesterdayYesterday131
This_WeekThis_Week433
This_MonthThis_Month5032
All_DaysAll_Days7060

 


(by AWStats )

5173
View Pages
35302
Hits

Kunjungi media sosial kami :