Login to your account

Username *
Password *
Remember Me

Create an account

Fields marked with an asterisk (*) are required.
Name *
Username *
Password *
Verify password *
Email *
Verify email *
Captcha *
Reload Captcha

Temu Nasional Kostratani Kementan RI

Dalam rangka lebih memasifkan gerakan Komando Strategi Pembangunan Pertanian (KOSTRATANI) di tingkat Kecamatan, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan menyelenggarakan Temu Nasional Pembangunan Pertanian untuk Mewujudkan ketahanan Pangan Nasional. Pertemuan dihadiri oleh Menteri Pertanian RI dan diikuti oleh lebih dari 900 peserta terdiri dari 600 orang perwakilan dari Ka BPP seluruh Indonesia, Ka Satker UPT Lingkup Kementan, Perwakilan/Lembaga, KTNA dan stakeholders terkait.

Dr. Ary Ginandjar, selaku motivator menyampaikan materi Emotional Spiritual Quotient terkait budaya kerja dalam beberapa tahapan: kepastian, tantangan, eksistensi diri, relasi dan cinta, perkembangan, kontribusi, meaning dan purpose yang berujung pada bangunan NIAT (Grand Why). Hal tersebut dikaitkan dengan materi Gerakan Pembangunan SDM Menghadapi Pertanian Digital yang telah disampaikan dengan lugas.,

Mentan RI didampingi beberapa pejabat eselon I telah mencanangkan Gerakan KOSTRATANI sebagai suatu program besar yang melibatkan banyak pihak, mulai dari pusat (Kostranas), provinsi (Gubernur sebagai komando wilayah, Kostrawil), kabupaten (Bupati sebagai komando daerah, Kostrada), dan kecamatan (Camat sebagai komando tingkat kecamatan, Kostratan).

Pembagian Wilayah Tanggung Jawab Kostratani UPT Pusat (Kostranas) yaitu : 1. BPPSDMP (meliputi 183 Kostratani); 2. Balitbangtan (143 Kostratani), dan Karantina (74 Kostrateni)  yang tersebar di Jatim, Jabar, Kalteng, Sulsel, Sulteng, Sultra, Sulteng, Sumsel, Lampung, Kalsel, Kaltim, Kaltara, Sumut, dan Jambi).  Sebagai ujung tombak berupa Pasukan (Brigade), yakni: (1) Penyuluh Pertanian, (2) Mantri Tani/KCD, (3) anggota Poktan/Gapoktan/KUB, (4) Medik Veteriner/Paramedik Veteriner, (5) Pengawas Alsintan, (6) Analis Ketahanan Pangan, (7) Analis Pasar Hasil Pertanian, (8) Operator IT, (9) POPT/PMHP/PVT, (9) Wastukan/Wasbitnak; semuanya akan memberikan data melalui satu data yang masuk dalam big data untuk tersentral di Agricultural War Room (AWR). 

Telah disampaikan Strategi Implementasi IT di Kostratani (oleh Kapusdik Pertanian), Strategi Peningkatan Kapasitas SDM Kostratani (Kapus Pelatihan Pertanian, dan Strategi Pembagunan Kelembagaan Penyuluh dan Petani Kostratani (Kapus Penyuluhan Pertanian). Balai Penyuluh Pertanian (BPP) adalah sebagai ujung tombak realtime data yang dikumpulkan sebagai: (1) pusat pembelajaran, (2) pusat gerakan mendukung 2,5 juta Petani Pengusaha Milenial, (3) Pusat Gerakan Mendukung GratiEks, gerakan Tigakali lipat Ekspor Pertanian,  (4) Pusat Gerakan mendukung Tani Mas, dan (5) Pusat gerakan Mendukung ProPaktani, Grasida, dan SiKomandan. Peran Kostratani pada intinya adalah: sebagai pusat data dan informasi, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, pusat konsultasi Agribisnis, dan pusat pengembangan jejaring kemitraan.

Agenda 2020 adalah penumbuhan 3.304 Kostratan, 3.054 Kostrateni, dan 250 Kostrada, berupa: (1) pengadaan Sarpras, (2) Penguatan Kelembagaan, (3) Penguatan Kapasitas SDM, dan (4) Peningkatan Penyelenggaraan.

Kontributor/Editor : Dicky Pamungkas/Frediansyah Firdaus


ZONA INTEGRITAS

https://www.pertanian.go.id/wbs/
https://lolitsapi.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/homepage/zona-integritas#
https://www.pertanian.go.id/wbs/
Play Pause

Site Maps

APLIKASI LOLIT SAPI POTONG

VISITORS COUNTER

TodayToday22
YesterdayYesterday73
This_WeekThis_Week22
This_MonthThis_Month1035
All_DaysAll_Days382857

 


(by AWStats )

266468
View Pages
2815511
Hits

Kunjungi media sosial kami :