Koordinasi Flagship PRN Lingkup Badan Litbang Pertanian

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melakukan sinergi penelitian Prioritas Riset Nasional 2020-2024 bidang pangan untuk komoditas padi, jagung, kedelai, kelapa sawit, sapi potong, dan unggas lokal, Selasa tanggal 22 Januari 2020. Acara dilaksanakan di Kantor Pusat Balitbangtan Pasar Minggu.

Sinergi ini dilaksanakan dengan perguruan tinggi, lembaga penelitian, Badan usaha, Industri dan litbang kementrian/lembanga (K/L) agar penggunaan dana penelitian bisa lebih efektif dan efisien untuk menghasilkan output penelitian yang mempunyai dampak nyata bagi masyarakat. Plt. Sekretaris Balitbangtan yaitu Dr. Hardiyanto pada pembukaan pertemuan menyampaikan, bahwa Balitbangtan sesuai dengan tugas dan fungsinya telah merancang kegiatan dan anggaran litbang pertanian untuk mendukung program strategis Kementerian Pertanian yang maju, mandiri, dan modern.

Penelitian yang dihasilkan Balitbangtan dituntut tidak lagi hanya berorientasi output tetapi sudah harus berorientasi outcome atau dimanfaatkan oleh pengguna terutama petani. Produk inovasi kegiatan PRN juga harus dapat dimanfaatkan oleh pengguna sehingga sinergi ini menjadi penting,” tambah Hardiyanto. PRN melibatkan berbagai pihak, maka selanjutnya perlu diatur melalui perjanjian kerjasama yang terdiri dari kesepakatan-kesepakatan. Seperti, maksud dan tujuan, ruang lingkup, HaKI, dan terutama pembiayaan sebagai komitmen dari perencaaan PRN yang telah disusun bersama. 

Usulan dan informasi dari institusi undangan diantaranya adalah untuk mengikutsertakan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dalam riset kelapa sawit. Sedangkan perwakilan dari perguruan tinggi menyampaikan hal yang seragam bahwa mekanisme pendanaan kegiatan riset di perguruan tinggi berbeda dengan mekanisme yang ada di litbang K/L.  

Riset di perguruan tinggi (PT) dilaksanakan melalui mekanisme kompetisi, sehingga belum ada jaminan alokasi anggaran tersedia untuk melaksanakan kegiatan PRN, kecuali melalui mekanisme penugasan dari Kemenritek/BRIN.  Namun demikian, PT dapat mendukung melalui sumberdaya yang dimiliki seperti mahasiswa untuk membantu penelitian, dan hilirisasi produk inovasi PT yang selama ini masih sedikit yang dihilirisasi. usulan kegiatan riset termasuk kebutuhan anggaran dari PT agar disampaikan ke Kemenristek/BRIN melalui koordinator PRN untuk dikaji lebih lanjut. 

Flagship sapi potong terdiri atas 7 WBS, yaitu pemuliaan dan molekuler, pakan, reprodyksi, veteriner, teknologi informasi, pasca panen dan pengembangan sapi bibit partisipatif.

 

Kontributor : Yenny Nur A

Editor : Frediansyah Firdaus