Login to your account

Username *
Password *
Remember Me

Create an account

Fields marked with an asterisk (*) are required.
Name *
Username *
Password *
Verify password *
Email *
Verify email *
Captcha *
Reload Captcha

 

Grati – Kamis, 25 Oktober 2018 telah dilaksanakan surveilland atau audit eksternal ISO 9001:2015 di Loka Penelitian Sapi Potong oleh PT. TUV Rheinland dengan formasi Audit Leader Adhe M. Fahreza dan Auditors Suryo Tri Harjanto. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk menentukan apakah organisasi masih berhak menyandang sertifikat ISO 9001:2015 atau tidak.

 ISO 9001:2015 sendiri bermanfaat dalam memberikan jaminan kualitas produk dan proses, meningkatkan kepuasan pelanggan, meningkatkan produktivitas organisasi, meningkatkan hubungan saling menguntungkan serta meningkatkan cost efficiency.

 Rangkaian acara ini dimulai dengan melakukan Opening Meeting di ruang Boss sondaicus yang dipimpin oleh Kepala Loka Penelitian Sapi Potong Dr. Ir. Dicky Pamungkas serta paparan dari tim Audit Independen TUV Rheinland. Beberapa hal yang menjadi point diantaranya adalah QM-System general process, quality management special focus, organizational chart, documented information, statutory and regulatory requirement, review of basis of contract, client audits, complain management, and continual improvement.

 Secara rinci, audit dilakukan pada beberapa bagian, diantaranya Koordinator Program, Kelti dan Pelayanan Teknis, Tata Usaha, Keswan dan Kandang Sapi.  Kegiatan ditutup dengan Closing Meeting pada pukul 16.30 WIB oleh tim auditor dengan kesimpulan bahwa Loka Penelitian Sapi Potong masih berhak mempertahankan sertifikat ISO 9001:2015.

Proyek kerjasama IndoBeef merupakan suatu kerjasama penelitian antara Badan Litbang Pertanian dalam hal ini Puslitbangnak dengan Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR). Proyek ini mengusung tema penelitian peternakan sapi potong yang berintegrasi dengan tanaman sawit (PalmCow) dan tanaman pangan (CropCow). Tujuan dari adanya proyek ini adalah untuk mengoptimasi pertambahan populasi sapi potong di Indonesia dengan mengintegrasikan antara sapi dengan sawit maupun tanaman pertanian.

Tim IndoBeef ini terdiri dari para peneliti yang berasal dari Universitas New England Australia dan tim peneliti Indonesia (Lolitsapi, Balitnak, Puslitbangnak, BPTP NTB, UNRAM, BPTP KalSel, BPTP Riau, BPTP Kalimantan Timur, ULM, BPTP SumSel, dan Puslitbun). Mereka berkolaborasi dalam penelitian animal production, sosio-economic, scaling-out dan market chain. Durasi pelaksanaan proyek ini adalah selama 3,5 tahun yang tersebar di beberapa tempat antara lain di Lolitsapi, NTB, KalSel, KalTim, SumSel dan Riau. Pada acara annual meeting tersebut Lolitsapi diwakili oleh Dr Yenni NA dan Dr. Risa Antari, selain juga sebagai project leader dari Indonesia.

Selain sebagai suatu sarana penelitian yang mendalam tentang sapi potong, diharapkan proyek ini dapat meningkatkan scientific recognition dari institusi Lolitsapi di dalam publikasi dan networking.

Probolinggo – Loka Penelitian Sapi Potong bersama Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari Malang menjadi pemateri sosialisasi Surat Keterangan Layak Bibit (SKLB) di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Probolinggo pada Selasa, 16 Oktober 2018 berlokasi di Aula Dispertan Kota Probolinggo diikuti oleh 70 orang perwakilan Kelompok Tani yang ada di Kota Probolinggo. Pemateri dari Loka Penelitian Sapi Potong diwakili oleh Ir. Ainur Rasyid sedangkan dari BBIB Singosari adalah  drh. Koko Wisnu P, M.Pt.

Dalam sambutannya, Kepala Disperta Kota Probolinggo Ir. Sukarning Yuliastuti, M.Si mengungkapkan bahwa peternak supaya dapat mengupgrade pola pikirnya untuk professional. “Memelihara sapi supaya digawe (dibuat) bisnis. Bagaimana satu jadi dua, dua jadi tiga, dan seterusnya. Jangan hanya sebagai cadangan. Meskipun Kota Probolinggo tidak memiliki lokasi yang luas, tetapi sapi bisa terus dikembangkan. Kita disini pengelolaan pasar sudah bagus. Maka peternak supaya bisa lebih semangat,” ujar Sukarning. Saat ini, sedikitnya Dispertan Kota Probolinggo telah menerbitkan 17 sertifikat SKLB dari kelompok ternak yang dibina.

Ir. Ainur Rasyid mengungkapkan bahwa tulang punggung penghasil bibit adalah petani dan kunci dari pembibitan adalah rekording.  Sehingga melihat geliat yang baik dari petani untuk mengembangkan sapi PO, diharapkan bisa tercipta mutu genetik yang baik dari sapi PO yang ada di Kota Probolinggo.

drh. Koko Wisnu P, M.Pt dari BBIB Singosari mengungkapkan bahwa peternak harus memiliki strategi agar bisa memperoleh SKLB. Beberapa hal yang perlu disiapkan adalah memilih calon indukan, merencanakan perkawinan, melakukan pencatatan, melengkapi persyaratan dan mendaftarkan untuk memperoleh SKLB.

Diharapkan output dari kegiatan ini adalah semakin meningkatkan minat peternak untuk melakukan pencatatan yang baik sehingga dapat memperbaiki kualitas bibit sehingga pada akhirnya adalah semakin banyak peternak yang dapat memperoleh SKLB. Dengan adanya SKLB, maka peternak diharapkan dapat memperoleh pendapatan yang lebih tinggi dengan tersertifikasinya bibit yang dimiliki.

Lombok Tengah - Loka Penelitian Sapi Potong melaksanakan monitoring dan evaluasi (Monev) program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Adapun tim yang bertugas  adalah Drs. Lukman Affandhy, Ir. Ainur Rasyid dan Frediansyah Firdaus, S.Pt. Kegiatan diawali dengan melakukan koordinasi dengan tim pendamping pusat lainnya dari Puslitbangnak, BBLitvet, BBP2TP dan Puslitbangbun di Loby Hotel D’Praya Lombok pada Kamis, 11 Oktober 2018. Beberapa hal yang menjadi pembahasan dalam koordinasi tim pendamping pusat adalah biosecurity, jumlah ayam hidup dan mati, suhu kandang, pakan, air, tempat pakan dan minum serta kondisi lampu penghangat.

Usai koordinasi tim dibagi menjadi dua, tim pertama melakukan Bimbingan Teknis dengan materi biosecurity dan tim kedua melaksanakan monev. Monev, diawali melakukan koordinasi dengan Kepala Desa Mangkung sebagai salah satu desa penerima program #Bekerja yang ada di Lombok Tengah, dan dilanjutkan menuju dusun penerima bantuan ayam KUB yang ada di wilayah Desa Mangkung, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Jumlah warga penerima program #Bekerja yang ada di Desa Mangkung adalah 1.012 Rumah Tangga Miskin (RTM). Hari selanjutnya, Monev dilaksanakan dengan berkoordinasi dengan Kepala Dusun Rujak Praya, Desa Selong Belanak dan terjun langsung melihat kondisi ayam KUB di RTM sebanyak 10% dari total penerima program sebanyak 349 RTM.  Adapun kegiatan terakhir yang dilaksanakan adalah melakukan pendampingan dropping ayam terhadap 220 RTM. Saat ini, berdasarkan data yang diperoleh dari tim lapang BPTP sedikitnya telah tersalurkan bantuan untuk 6.000 RTM dari total target penyaluran 12.200 RTM.

Tim kedua sendiri melaksanakan bimbingan teknis pencegahan penyakit ayam buras di Kecamatan Praya Timur bersama tim ahli penyakit dari BBLitvet, koordinator lapang yang diikuti oleh pendamping desa, yaitu 27 pendamping dan 10 RTM penerima bantuan. Beberapa materi yang diberikan adalah pencegahan penyakit, pencegahan dengan tindakan pengebalan, tindakan pengoptimalan kebugaran, pencegahan dengan tindakan biosekuriti, dan tindakan biosekuriti di RTM.

Program #Bekerja dilaksanakan untuk mengentaskan kemiskinan di tanah air berbasis pertanian dengan tiga tahapan, jangka pendek, menengah, dan panjang. Komoditas program ini diarahkan sesuai dengan keunggulan komparatif masing-masing daerah yang menghasilkan nilai ekonomis tinggi. Sasarannya difokuskan pada satu wilayah penduduk miskin yang dikelompokkan dalam 3 klaster. Setiap klaster, penduduk miskin berjumlah 5 hingga 10 ribu. Solusi jangka pendek dan menengahnya melalui bantuan bibit ayam petelur beserta kandang dan pakan.

 

Pasuruan – Setelah melakukan Praktek Kerja Lapang (PKL) selama satu bulan di Loka Penelitian Sapi Potong tiga mahasiswa asal Universitas Islam Malang (Unisma) melaksanakan seminar hasil kegiatan PKL yang berlokasi di Ruang Bos sondaicus pada Selasa, 9 Oktober 2018. Ketiga mahasiswa tersebut adalah Totok Dwi Ambodo, Dwiki Wahyu Darmawan dan Rahmat Dianto. Adapun materi yang di presentasikan berjudul Manajemen Pemeliharaan Sapi Peranakan Ongole (PO) di bawah bimbingan Hilmi Panca Fitriyadi, S.Pt.

PKL ini sendiri dilaksanakan sebagai upaya untuk memberikan pengalaman kerja secara langsung kepada mahasiswa, merasakan situasi lingkungan kerja, mengetahui rangkaian proses kerja, memperoleh pengetahuan serta dapat membandingkan pengetahuan yang diperoleh dari bangku kuliah dengan kondisi lapang yang sesungguhnya. Bagi Loka Penelitian Sapi Potong sendiri, PKL dapat menjadi ajang dari mahasiswa untuk memberikan masukan dan saran dari kondisi yang ada di lapangan serta dapat menguatkan kerjasama dengan kampus pendidikan.

Dalam seminar, beberapa peneliti yang turut hadir untuk memberikan saran dan masukan adalah Jauhari Efendy, S.Pt, M.Si, Frediansyah Firdaus, S.Pt, Alif Shabira Putri, S.Pt, dan Retno Widiyawati, S.Pt. Kegiatan diawali dengan paparan seminar oleh ketiga mahasiswa yang hadir, dilanjutkan dengan pemberian saran dan masukan dari peneliti yang hadir dan diakhiri dengan pemberikan masukan dari mahasiswa untuk kemajuan Loka Penelitian Sapi Potong. 

Site Maps

APLIKASI LOLIT SAPI POTONG

VISITORS COUNTER

TodayToday35
YesterdayYesterday78
This_WeekThis_Week113
This_MonthThis_Month1918
All_DaysAll_Days392933

 


(by AWStats )

266468
View Pages
2815511
Hits

Kunjungi media sosial kami :