Login to your account

Username *
Password *
Remember Me

Create an account

Fields marked with an asterisk (*) are required.
Name *
Username *
Password *
Verify password *
Email *
Verify email *
Captcha *
Reload Captcha

Kebumen – Dr. Hartati, S.Pt, M.Sc selaku peneliti pemuliaan Lolitsapi menggelar Bimtek aplikasi recording sapi berbasis android “SIDIK” pada peternak, recorder sapi, petugas Pengawas Bibit Ternak (Wasbitnak) lingkup Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen sejumlah 30 peserta. Kegiatan ini terselenggara melalui program KP4S dan permintaan langsung dari peternak sapi di Kabupaten Kebumen yang berlangsung pada Senin (28/5), setelah sebelumnya dilaksanakan pengukuran tubuh pedet pada Sabtu (26/5) berlokasi di Asosiasi Pembibitan Sapi PO Kebumen (ASPOKEP).

Dr. Hartati dalam paparannya mengungkapkan bahwa SIDIK hadir dengan latar belakang untuk memudahkan peternak dalam mengamati sapinya secara terstruktur. “SIDIK dapat menjadi wadah untuk melakukan identifikasi, recording, memudahkan membedakan satu sapi dengan yang lain serta dapat membantu untuk mengetahui riwayat keturuan ternak sehingga bisa menjadi dasar seleksi untuk mendapatkan bibit unggul,” jelas Alumnus S3 IPB ini.

Sementara itu, menurut Peneliti Breeding Balai Penelitian Ternak (Balitnak) Bayu Dewantoro, S.Pt, M.Sc dari hasil pengamatannya saat melaksanakan pendampingan bersama peternak sapi PO di Kabupaten Kebumen, aplikasi SIDIK sangat membantu peternak. “Peternak sebenarnya sudah melakukan recording setiap hari, tapi hanya berdasarkan feeling. Nah, dengan penggunaan data yang rapi maka peternak bisa mencari silsilah dari tetuanya berdasarkan data yang telah dimasukkan ke dalam aplikasi, sehingga menghindarkan terjadinya inbreeding. Juga memudahkan dalam proses seleksi dan culling,” ujar Bayu.

Bayu menambahkan, keuntungan lain yang bisa diperoleh dari Aplikasi SIDIK ini, kalau dahulu peternak melakukan recording untuk diserahkan kepada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen dengan cara manual. Dan ketika akan mencari data silsilah harus membuka excel. “Ini lumayan sulit untuk dicari silsilahnya. Kini, dengan SIDIK Dinas akan lebih  mudah melihat datanya. Dan ini bermanfaat baik untuk Koordinator Recording maupuan Recording di lapangan. Peternak juga akan memperoleh kemudahan untuk memonitoring sapi miliknya, misalnya sapi yang sedang sakit,” lanjut Bayu.

Keuntungan selanjutnya adalah peternak akan mudah dalam mengamati perkembangan PBBHnya. “Aplikasi SIDIK menyediakan perhitungan PBBH secara otomatis. Misalnya tanggal 1 Januari kita timbang, dan tanggal berapa kita timbang lagi. Kita akan langsung tahu secara otomatis,” tutup Bayu.

Purnowati, SP, M.Si selaku Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen mengungkapkan harapannya agar Dinas bisa dibuatkan akun khusus, sehingga bisa langsung memantau secara realtime di lapangan. “Saya berharap Dinas bisa dibuatkan akun secara berjenjang mulai dari tingkat Kabupaten hingga RT/RW. Adapun data pendukungnya adalah data populasi, kelahiran, mutasi, pengukuran pertumbuhan, data pejantan dan indukan. Sehingga akhirnya Dinas bisa melakukan validasi dari data yang diinput oleh recorder masing-masing desa,” ungkap Purnowati.

Peserta yang hadir mengungkapkan sangat terbantu dengan kehadiran aplikasi android SIDIK, karena mudah untuk diaplikasikan. “Saya berharap SIDIK bisa diterapkan oleh recorder disemua desa/kelompok ternak diwilayah tanggungjawabnya,” ujar Sutrisno, S.ST selaku Wasbitnak Kabupaten Kebumen. Sedangkan recorder asal Desa Tanggulangi, M Fikri Azis mengungkapkan bahwa SIDIK bisa membuat kita dapat melakukan pelaporan secara faktual, serta mempermudah pelaporan pengukuran, serta mengevaluasi hasil penimbangan ternak secara otomatis (FF/Lolitsapi).

Beberapa foto kegiatan :

 

Jember – Sebagai langkah mempercepat regulasi pencapaian swasembada pangan Nasional dan kesejahteraan petani, Kementerian Pertanian bekerjasama dengan dinas/lembaga melakukan program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (BEKERJA). Loka Penelitian Sapi Potong (Lolitsapi) sebagai salah satu UPT lingkup Kementan turut ambil bagian dalam mensukseskan program Bekerja, salah satunya dengan menghadiri kunjungan kerja program Bekerja di Kab. Jember pada Rabu (23/5). Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sendiri hadir langsung dalam program ini didampingi oleh Bupati Jember Hj. Faida, MMR, Asisten Kasad Suparto, Aster kodam V Brawijaya dan Wakil Dandim 0824. Sementara itu dari Lolitsapi hadir Kepala Lolitsapi Dr. Dicky pamungkas, M.Sc dan Peneliti Drs. Lukman Affandhy.

Program ini merupakan program pengentasan kemiskinan berbasis pertanian 1000 desa 100 kabupaten. Program ini pula berasal dari rakyat, untuk rakyat untuk memberantas kemiskinan. Adapun lokasi yang disisir di Kab. Jember saat kunjungan kerja yakni Kecamatan Kedokombo, Sukokitri dan Kalisat. Jember sendiri merupakan lokasi keempat setelah Kab. Cianjur, Magetan dan Purbalingga. Berdasarkan data dari Kemensos dan BKKBN, ada 295.291 Rumah Tangga Miskin (RTM) di Jember. Amran mengungkapkan bantuan dalam Program BEKERJA komoditasnya diarahkan berdasarkan keunggulan komparatif masing-masing daerah yang menghasilkan nilai ekonomis tinggi. Sasarannya difokuskan pada satu wilayah penduduk miskin yang dikelompokkan dalam 3 klaster. Setiap klaster, penduduk miskin berjumlah 5 hingga 10 ribu. Solusi jangka pendek dan menengahnya melalui bantuan sayur-sayuran dan bibit ayam petelur berumur dua bulan beserta kandang dan pakan.

“Untuk ayam, bantuan yang diberikan 50 ekor per rumah tangga prasejahtera. Saat usia enam bulan menghasilkan 50 butir per hari dengan masa produktif dua tahun. Sehingga pendapatan Rp 2 juta sampai Rp2,5 juta per bulan,” ungkap Amran. Sementara solusi jangka panjangnya melalui bantuan tanaman perkebunan sesuai dengan kondisi agro klimat masing-masing daerah.

Bupati Jember, Hj. Faidah mengungkapkan masyarakat Jember sangat senang menerima bantuan Kementan berupa ternak dan sayuran. Pasalnya, berbagai bantuan sangat cocok dengan aktivitas perekonomian masyarakat petani. “Saya yakin Program Bekerja sangat tepat dan efektif. Program ini tidak sekedar memberi bantaun, tapi disertai pendampingan. Dengan bantuan ini akan dihasilkan telur 11.800 kg per tahun. Saya berharap Program Bekerja janga membuat pemerintah pusat kecewa, kita buktikan program ini nyata mensejahterakan masyarakat. Yang punya anak, harus mensekolahkan anaknya minimal lulus SMA bila perlu sukses ke perguruan tinggi. Jangan sampai ada anak yang putus sekolah karena alasan biaya,” sambungnya.

Usai pemberian bantuan di Jember, tim Bekerja melanjutkan kunjungan ke Lokasi Optimalisasi pemanfaatan Alsintan (OPA) di Kec. Mayang, Kab. Jember. Dilanjutkan bertatap muka dengan mahasiswa Fakultas Pertanian Univ. Negeri Jember. Esok harinya, tim melaksanakan kunjungan ke Lumajang dengan rangkaian acara bertatap muka dengan petani penerima bantuan Alsintan dan melakukan demonstrasi penggunaan mesin pertanian oleh STPP Malang dan PPL Kab. Lumajang (FF/Lolitsapi).

Grati - Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Lolitsapi menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) di Graha Andini, Loka Penelitian Sapi Potong pada Rabu (16/5). Kegiatan diawali dengan paparan oleh narasumber  Drs. Sjamsul Islam selaku pengurus Dekopinwil Prov. Jawa Timur. RAT kali ini dihadiri oleh 56 orang, dari total 69 orang anggota. Sehingga memenuhi syarat kuorum untuk dilaksanakan RAT. 

Memulai paparannya, Sjamsul mengemukakan mengenai prinsip dari Koperasi. "Koperasi keanggotaannya bersifat sukarela dan terbuka. Pengelolaannya demokratis, SHU dibagikan secara adil dan sebanding, balas jasa terbatas terhadap modal, dan bersifat kemandirian," jelas Sjamsul.

Dr. Dicky Pamungkas, M.Sc selaku Kepala Lolitsapi mengharapkan KPRI Bina Sejahtera bisa terus berkembang.  Salah satu yang bisa dicoba adalah menghidupkan kembali Warung Serba Ada (Waserda) yang terhenti pada tahun 2001. "Kita membangun nafas baru untuk Koperasi kita sesuai dengan semboyan koperasi yakni Soko Guru Perekonomian Bangsa. Maka ini harus kita dukung, sebagai anggota kita tidak boleh pasif, tapi harus aktif. Kita juga mengusahakan agar koperasi kita terhindar dari pandangan riba. Sehingga tidak ada klaim di akhirat," ungkap Dicky.

Selanjutnya, Perwakilan Dinas Koperasi Kab. Pasuruan Dra. Titik Sulistyawati, MM mengungkapkan ada empat kriteria Koperasi di Indonesia. " Empat kriteria tersebut adalah sangat berkualitas, berkualitas, cukup berkualitas dan tidak berkualitas. Untuk mewujudkan itu semua, maka ada empat aspek yang harus didukung. Yakni aspek kelembagaan seperti RAT. Kedua aspek usaha, apakah sudah sesuai dengan Anggaran Dasar. Ketiga aspek keuangan, yakni bagaimana perkembangan permodalannya. Keempat, adalah kemanfaatan koperasi terhadap anggota," ujar Titik.

Acara dilanjutkan dengan Laporan Pertanggungjawaban pengurus periode 2014-2017 oleh Ir. Mariyono, M.Si. dan sambutan Ketua Baru KPRI Bina Sejahtera Tri Agus Sulistya, S.Pt, serta pelantikan dan pengukuhan pengurus baru oleh Kepala Lolitsapi. Terakhir, acara kali ini ditutup dengan siraman rohani menyambut hadirnya bulan ramadhan dari Ust. Syaiful Anwar.

Ust. Syaiful Anwar mengungkapkan bahwa kita harus senantiasa meningkatkan kualitas diri dalam menyambut bulan ramadhan. Sedikitnya ada lima keutamaan di bulan ramadhan. Yakni bulan diturunkannya Al-Qur'an, amal kita akan berlipat ganda, bulan penuh keberkahan, bulan pengampunan dosa dan terdapat malam Lailatul Qadar. Ust. Syaiful juga mengingatkan bahwa apa yang kita kerjakan di dunia adalah ibadah. Begitupula dalam bekerja di Lolitsapi harus dipahami secara luas, bahwa ini juga bentuk kita beribadah pada Allah, sehingga kita harus senantiasa bersungguh-sungguh

Beberapa foto kegiatan :

 

Grati - Menyemarakkan Ramadan 1439H, dan mengaktualisasikan pengamalan sila ke-1 Pancasila, KORPRI Lolitsapi kembali menggelar ngaji bareng setiap Senin selama bulan Ramadan. Kegiatan perdana telah berlangsung pada Senin (21/5) berlokasi di Mushola Lolitsapi dengan diikuti oleh seluruh Pegawai yang beragama Islam, baik dari PNS maupun THL.

Hadir sebagai pemateri kali ini adalah Ust. Nukman yang menyampaikan materi seputar kefadholan di bulan Ramadan. Ust. Nukman mengungkapkan bahwa kita supaya bisa sukses merengkuh bulan penuh Maghfiroh yang hadir setahun sekali ini. "Kesuksesan ini bisa ditandai dengan peningkatan keimanan dan pengamalan yang semakin baik dari tahun ke tahun," ujar Ustadz yang akrab disapa Gus Nukman oleh masyarakat Pasuruan ini.

Ust. Nukman juga mengajak seluruh pegawai Lolitsapi yang hadir untuk bisa sukses menggapai keutamaan Lailatul Qadar. Yakni, sebuah momen yang nilai ibadahnya lebih baik dari seribu bulan. "Caranya, dalam setiap malam. Utamanya di 10 malam terakhir, kita supaya mengusahakan agar tidak bolong dalam melaksanakan shalat tarawih, sebagai implementasi dari Qiyamullail," jelas Ust. Nukman.

Rincian acara sendiri terdiri dari dua bagian, yaitu sesi paparan materi kajian, dan kedua adalah sesi tanya jawab yang aktif diikuti oleh peserta yang hadir 

Bogor – Loka Penelitian Sapi Potong (Lolitsapi) diwakili oleh Petugas Pelayanan Teknis (Yantek) Ir. Ainur Rasyid dan Rukmini selaku PJ. Monev dan operator, mengikuti sosialisasi Aplikasi e-Monev Bappenas. Aplikasi ini hadir berdasarkan PP 39/2016 tentang tata cara pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan. Sosialisasi aplikasi e-Monev Bappenas Triwulan I tahun 2018 ini dilaksanakan di Hotel D’Anaya Jl. Pakuan 7, Baranangsiang, Bogor pada Kamis – Jum’at (26-27/4/2018) diikuti oleh Penanggung Jawab (PJ) dan operator Monev dengan total peserta sebanyak 50 UK/UPT lingup Badan Litbang Pertanian (BPTP, Puslit dan Balai Penelitian).

Kegiatan pembukaan dilakukan oleh Kepala Bagian Perencanaan Badan Litbang Pertanian, mewakili Sekretaris Badan. Usai dilaksanakan sosialisasi aplikasi e-Monev, kegiatan dilanjutkan dengan evaluasi hasil entry aplikasi. Pada praktiknya, entry e-Monev diisi oleh seluruh UK dan UPT setiap bulan dengan waktu pelaksanaannya selama 14 hari setelah akhir bulan. Deadline waktu pengisian periode triwulan I tahun 2018 sampai tanggal 4 Mei 2018.

Kehadiran aplikasi ini bermanfaat sebagai alat bantu pengendalian pelaporan yang bermanfaat untuk pengendalian pelaksanaan rencana dan menyediakan data evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan. Aplikasi ini sendiri hadir dari hasil kolaborasi Bappenas, Kementerian Keuangan dan Kementerian PAN-RB yang kemudian merumuskan aplikasi bernama KRISNA atau Kolaborasi Perencanaan dan Informasi Kinerja Anggaran. Hasilnya, aplikasi ini dapat mendukung proses perencanaan, penganggaran, serta pelaporan informasi kinerja.

Referensi data yang digunakan e-Monev sebagai dasar pelaksanaan pemantauan program dan kegiatan berasal dari data renja K/L dan data RKA/KL. Adapun ruang lingkup aplikasi ini dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu pertama, input data realisasi komponenen. Kedua, input data realisasi output dan indikator-indikatornya. Serta ketiga, verifikasi data. Verifikasi data dilakukan setiap tiga bulan sekali (FF/Lolitsapi).

Beberapa foto kegiatan :

 

Site Maps

APLIKASI LOLIT SAPI POTONG

VISITORS COUNTER

TodayToday58
YesterdayYesterday77
This_WeekThis_Week362
This_MonthThis_Month1265
All_DaysAll_Days390018

 


(by AWStats )

266468
View Pages
2815511
Hits

Kunjungi media sosial kami :