Login to your account

Username *
Password *
Remember Me

Create an account

Fields marked with an asterisk (*) are required.
Name *
Username *
Password *
Verify password *
Email *
Verify email *
Captcha *
Reload Captcha

Bogor, 28-29 September 2017.Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 29 tahun 2014, Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang selanjutnya disingkat SAKIP, adalah rangkaian sistematik dari berbagai aktivitas, alat, dan prosedur yang dirancang untuk tujuan penetapan dan pengukuran, pengumpulan data, pengklasifikasian, pengikhtisaran, dan pelaporan kinerja pada instansi pemerintah, dalam rangka pertanggungjawaban dan peningkatan kinerja instansi pemerintah. Untuk itu, Biro Perencanaan Sekretariat Jenderal KementerianPertanian mengembangkan aplikasi e-SAKIP yang berfungsi untuk mendukung pengelolaan kinerja secara elektronik. Fungsinya adalah 1) sebagai alat bantu dalam melakukan pengukuran kinerja organisasi berdasarkan target dan capaian Indikator Kinerja, dan 2) melengkapi komponen penilaian SAKIP (Pengukuran Kinerja sudah dilakukan secara elektronik dan terintegrasi).

Untuk pengisian eSAKIP di lingkup Kementerian Pertanian ini,  Biro Perencaan Kementerian Pertanian mengadakan Kegiatan workshop pengisian aplikasi eSAKIP yang dilaksanakan di Hotel Salak The Heritage Jl. Ir. Haji Juanda No.8 Bogor pada tanggal 28 s/d 29September 2017. Kegiatan Workshop  yang dihadiri sebanyak kurang lebih 200 peserta yang terdiri dari pengelola dan operator dari Satker lingkup Ketahanan Pangan dan Badan Litbang Pertanian. Workshop ini bertujuan :

  1. Untuk pengisian Sistem Kinerja Berbasis Elektronik;
  2. Pengisian Data PK dan IKU kedalam eSAKIP;
  3. Untuk memenuhi kriteria penilaian PANRB.

 

Canberra, 6-10 Agustus 2017. Selama lima hari KaLolitsapi (Dr. Dicky Pamungkas) bersama Dr. Yudi Sastro (Puslitbanghorti) dan Dr. Ening Ariningsih (PSE) mendapat tugas dari Balitbangtan menghadiri undangan dari pemerintah Australia terkait event The Crawford Parliamentary Conference dengan tema Transforming lives and livelihoods: The Digital Revolution in Agriculture”. Konferensi dilakukan selama dua hari (7-8 Agustus)dengan acara networking dinner dan presentasi yang disampaikan oleh Dr. Lindiwe Majele Sibanda dengan tema A New Narrative for Ending Hungger.  Pembicara merupakan Vice President for Country support, Policy, and Delivery at Alliance for Green Revolution in Africa dananggota The Policy Advisory Council of the Australian Center for International Agricultural Research. Event kedua adalah The Mobile Acquired Data (MAD) Showcase dengan Welcome Speech disampaikan oleh Direktur Crawford Fund, The Hon John Anderson AO, dilanjutkan dengan ministerial opening oleh Deputi Prime Minister, The Hon John Barnaby Joyce MP.  Penggunaan teknologi informasi adalah untuk menyampaikan informasi hasil penelitian kepada masyarakat yang dimulai dari managemen yang dikelola secara cermat dan akurat.

Beberapa poin penting hasil pertemuan: (a) Data yang bebas dan terbuka (open and freely data) diperlukan dalam membangun ketahanan pangan dunia. Perkembangan internet mendukung keterbukaan data. Data harus dapat ditemukan (findable), dapat diakses (accessible), masuk di akal (makes sense), dan menyelesaikan masalah (solves a problem), (b) Masalah kurangnya informasi yang normalized, layak dipercaya (reliable), dan real time membuat pasar pertanian tidak efisien dan berisiko sulitnya manajemen.  Hal ini terjadi karena pelaku pasar pertanian secara signifikan menerima informasi yang asimetri (information asymmetry).  Diperlukan bahasa yang umum/sama sehingga semua pihak dapat memahami dan menganalisis semua data terkait pertanian. (c) Isu kebutuhan Nutrisi dapat digunakan untuk membentuk respons suplai dalam pertanian.  Lahan pertanian yang lebih beragam menghasilkan lebih banyak pangan dan nutrien.  Dalam hal ini, pertanian kecil dan sedang menghasilkan antara 50-75% dari pangan dunia.  Pola serupa juga terjadi untuk nutrien.  Seiring dengan meningkatnya ukuran lahan pertanian, keragaman pertanian akan menurun.  Tantangannya adalah bagaimana kita meningkatkan intensifikasi yang berkelanjutan tanpa kehilangan keragaman. (d) Penelitian menggunakan Mobile Acquired Data  (MAD) yang menghasilkan data real time memberikan manfaat yang besar bagi petani.  Dengan menggunakan MAD peneliti tidak hanya mengumpulkan data dan informasi dari petani, melainkan juga dapat memberikan masukan/feed back kepada petani dengan berdasarkan data dan informasi yang dikumpulkan tersebut karena data dan informasi dapat langsung dilihat hasilnya secara real time

Photo Kegiatan:

 

Grati, 03 Juli 2017. Ramadhan merupakan bulan penuh rahmat bagi umat islam dan bulan syawal merupakan bulan saat untuk merayakan kemenangan. Di hari yang fitri seluruh keluarga besar Loka Penelitian Sapi Potong mengadakan kegiatan untuk mempererat tali silaturahim dan saling bermaafan atas segala kesalahan yang telah diperbuat terhadap sesama dalam wadah halal bi halal Loka Penelitian Sapi Potong bersama KH. Asnawi Fauzan dari Pasuruan.

Pak Andi Mulyadi selaku ketua panitia menyampaikan bahwa dalam kesempatan yang berbahagia ini kami mengajak hadirin untuk melapangkan dada membuka hati untuk memohon maaf dan memberi maaf atas kesalahan di antara kita baik yang disengaja maupun tidak. Selain itu dengan kegiatan ini kita selaku abdi negara dan masyarakat dapat menjadikan spirit ramadhan untuk peningkatan kualitas kinerja dan integritas pegawai dalam mendukung kemandirian pangan nasional demikian disampaikan oleh Kepala Loka Penelitian Sapi Potong Dr. Ir. Dicky Pamungkas, M.Sc.

Dalam kegiatan ini juga diisi dengan tausiah agama oleh KH. Asnawi Fauzan dari Pasuruan. Beliau menyampaikan bahwa dosa ada dua jenis yaitu dosa kepada Alloh SWT yang insyaAlloh Alloh ampuni pada bulan romadhon kemarin. Dosa kedua adalah terhadap sesama manusia yang tidak bisa dihapus hanya dengan kita saling bermaafan secara langsung. Oleh karena itu kegiatan halal bi halal ini sangat penting untuk kita bersama saling bermaafan dengan sesama baik kesalahan yang disengaja maupun tidak.

Selain itu juga diadakan kegiatan pemberian tanaman lombok kepada tamu undangan. Hal ini berkaitan dengan program swasembada yang sedang digalakkan oleh Kementerian Pertanian.

Foto Kegiatan:

 

 

Ciawi, 8-9 Agustus 2017. Loka Penelitian Sapi Potong bersama Balai Penelitian Ternak, Loka Penelitian Kambing Potong, dan Balai Penelitian Veteriner hadir dalam acara open house dan acara Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner di Balai Penelitian Ternak Ciawi, Bogor selama dua hari tanggal 8-9 Agustus. Beberapa teknologi yang ditampilkan seperti kit diagnosa kebuntingan dini untuk sapi potong yang mampu mendeteksi kebuntingan sampai 15 hari setelah dikawinkan, teknologi budidaya sapi potong seperti kandang kelompok model litbangtan, penyusunan ransum pakan, pemeliharaan pejantan, dan benih hijauan pakan ternak.

Acara seminar nasional dan pameran dibuka langsung oleh Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. Ir. Muhammad Syakir, MS bersama kepala Puslitbang Peternakan Dr. Atien Priyanti. Acara pameran dihadiri oleh mahasiswa, Dinas Pemerintah setempat, swasta dan pelaku usaha peternakan. Selain Pameran dan Seminar nasional di lokasi kegiatan juga diadakan talk show dengan menghadirkan dua narasumber yaitu Dr. M. Winugroho dan Ade Zulkarnain dengan mengangkat tema “Model Pengembangan Sapi Potong dan Unggas Mendukung Diversifikasi Protein Hewani”

Foto Kegiatan:

 

Grati, 1 Juni 2017. Pemerintah RI telah menetapkan Hari Lahir Pancasila jatuh pada tanggal 1 Juni sehingga ditetapkan sebagai hari libur nasional. Namun yang terpenting adalah pada tanggal tersebut, pemerintah juga memerintahkan kepada instansi pemerintah maupun swasta untuk melakukan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2017. Sehubungan dengan hal tersebut, Lolitsapi pada tanggal 1 Juni 2017 telah melaksanakan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila bertempat di halaman Kantor Lolitsapi dan diikuti oleh seluruh karyawan/wati (PNS dan HPL). Dalam kesempatan tersebut disampaikan Kata Sambutan Presiden RI yang dibacakan oleh Pembina Upacara yaitu Bapak Dr. Ir. Dicky Pamungkas, M.Sc.   

Penekanan yang disampaikan dalam Kata Sambutan Presiden RI tersebut adalah agar kita sebagai warga negara Indonesia memahami makna yang terkandung dalam sila-sila Pancasila yang merupakan ideologi kita sebagai bangsa Indonesia dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Akan tetapi kondisi saat ini banyak sekali yang sudah mulai melupakan penerapan dari nilai-nilai Pancasila itu sendiri dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga dengan Peringatan Hari Lahir Pancasila ini diharapkan kita dapat mengingat kembali makna dan ideologi yang terkandung dalam Pancasila sehingga mampu menolak faham-faham yang bertentangan ideologi bangsa seperti deradikalisme dan komunisme.

Beberapa foto kegiatan :

Site Maps

APLIKASI LOLIT SAPI POTONG

VISITORS COUNTER

TodayToday62
YesterdayYesterday77
This_WeekThis_Week366
This_MonthThis_Month1269
All_DaysAll_Days390022

 


(by AWStats )

266468
View Pages
2815511
Hits

Kunjungi media sosial kami :