Login to your account

Username *
Password *
Remember Me

Create an account

Fields marked with an asterisk (*) are required.
Name *
Username *
Password *
Verify password *
Email *
Verify email *
Captcha *
Reload Captcha

 

Pada tanggal 10 Oktober bertempat di Gedung Grha Andini Bhakti Loka Penelitian Sapi Potong dilaksanakan Public Hearing Standar Pelayanan Publik sebagaimana yang telah diamanatkan oleh Undang-Undang No. 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik dan dijabarkan oleh Permentan No. 27 tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan dan Penetapan SPP Kementan. Secara resmi acara dibuka oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan Dr. Ir. Bess Tiesnamurti, M.Sc. Turut hadir dalam acara tersebut sekaligus memberikan arahan/sambutan yaitu Bupati Pasuruan H. M. Irsyad Yusuf, SE.,MMA; Kepala Perwakilan Ombudsman RI Wilayah Jawa Timur Dr. Agus Widiyarta, S.Sos.,M.Si.

Tujuan diadakannya public hearing adalah untuk menyampaikan kepada masyarakat (stakeholders) tentang jenis-jenis layanan yang ada di Loka Penelitian Sapi Potong yang meliputi: Pelayanan Informasi Teknologi Sapi Potong, Pelayanan Analisa Laboratorium dan Pelayanan Kerjasama Penelitian dan Pendampingan Teknologi Sapi Potong.

Acara tersebut dihadiri oleh sekitar 100 orang berasal dari berbagai latar belakang profesi/lembaga; diantaranya UPT Kementerian Pertanian Wilayah Malang Raya dan sekitarnya (Balitkabi Malang, Balittas Malang, BPTP Jawa Timur, Balitjestro Batu, BBIB Singosari, STPP Malang, BBPP Batu, BBPP Ketindan, dan lain-lain), instansi/dinas/lembaga terkait wilayah Kab/Kota. Pasuruan dan Probolinggo (Dinas Peternakan, Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pertanian Kota Probolinggo, dan lain-lain), kalangan akademisi (Universitas Brawijaya Malang, Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang, Universitas Kanjuruhan Malang, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya), perwakilan kelompok tani-ternak, dan pihak swasta (Nutrifeed, PT. Japfa Comfeed Indonesia,  UD. Nugroho, dan lain-lain).

Dalam sambutannya Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan menyampaikan bahwa Loka Penelitian Sapi Potong adalah salah satu lembaga penelitian milik pemerintah yang berkecimpung dalam kegiatan litbang komoditas sapi potong lokal yang saat ini menjadi komoditas andalan dalam upaya memenuhi kebutuhan protein hewani khususnya daging sapi bagi masyarakat Indonesia. Lebih lanjut Kapuslitbangnak berharap bahwa dengan dilaksanakannya public hearing ini masyarakat akan lebih banyak tahu peran Lolitsapi dalam menghasilkan teknologi sapi potong dari berbagai bidang kajian; yaitu nutrisi dan pakan ternak, breeding dan pemuliaan serta manajemen. Demikian juga Bupati Pasuruan sangat menaruh harapan kepada Lolitsapi agar dapat memberikan sumbangsihnya berupa pemikiran dan gagasan guna memajukan peternakan sapi potong di wilayah Pasuruan yang secara potensi sangat menjanjikan.       

 

Purwosari, 29-31 Agustus 2016; Berdasarkan letak geografis, Kabupaten Pasuruan berada di wilayah pesisir pantai Utara dan juga memiliki beberapa lokasi pegunungan dengan berbagai potensi dan sumberdaya yang cukup besar dalam bidang peternakan; seperti ternak ayam, kambing, sapi potong, dan sapi perah. Pemerintah Kab. Pasuruan melalui Dinas Peternakan terus berupaya meningkatkan potensi pengembangan peternakan salah satunya dengan diadakannya kontes peternakan kambing, sapi potong, dan sapi perah. Hal ini bertujuan agar menambah semangat peternak untuk terus mengembangkan ternaknya.   

Banyaknya inovasi dan teknologi peternakan yang dihasilkan oleh beberapa instansi pemerintah yang bergerak di bidang peternakan. Hal tersebut perlu dilakukan kegiatan diseminasi dan publikasi yang intensif serta tepat sasaran. Salah satu usaha yang dilakukan pemerintah Kab. Pasuruan adalah mengadakan Ekspo Teknologi Peternakan yang menjadi satu dalam rangkaian acara Kontes Peternakan yang bertempat di Lapangan Desa Martopuro Kec. Purwosari sekaligus untuk memperingati Hari Jadi Kab. Pasuruan yang ke 1087.

Loka Penelitian Sapi Potong secara aktif berpartisipasi dalam acara tersebut dengan menampilkan pameran serta eksibisi ternak sapi potong. Beberapa inovasi teknologi sapi potong yang ditampilkan dalam acara pameran yaitu maket kandang kelompok “Model Litbangtan”, poster beberapa sapi pejantan lokal (PO, Bali dan Madura), contoh bahan pakan, leaflet, serta konsentrat hijau yaitu Indigofera sp. 

 

Surabaya, 27 Juli 2016. Bersamaan dengan peringatan Dies Natalis XXXV Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya bertempat di Ruang Bangsal Pancasila diadakan agenda kegiatan penting yaitu penandatanganan MoU antara Universitas Wijaya Kusuma (Rektor UWK  Surabaya) dengan Badan Litbang Pertanian (Kepala Badan Litbang Pertanian). Selain itu juga dilakukan pengembangan dari MoU tersebut  yaitu penandatangnan MoU oleh Fak. Teknik, Pertanian dan Kedokteran Hewan UWK Surabaya dengan UPT Badan Litbang Pertanian yang ada di Prov. Jawa Timur; yaitu Balitkabi Malang, Balittas Malang, BPTP Jawa Timur dan Lolitsapi Grati Pasuruan yang masing-masing diwakili oleh Dekan dan Ka Balit/Lolit/BPTP.

Penandatanganan MoU antara Lolitsapi dengan FKH UWK Surabaya merupakan kegiatan jaringan kerjasama dan pengembangan penelitian sapi potong yang dilakukan oleh Lolitsapi. Kegiatan kerjasama tersebut merupakan suatu implementasi dari penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat di Lolitsapi.

Kepala Badan Litbang Pertanian menaruh harapan cukup besar bahwa penandatanganan MoU yang dilakukan antara beberapa fakultas di UWK Surabaya dengan Balit/Lolit/BPTP dapat menghasilkan inovasi teknologi yang secara nyata dapat membantu meningkatkan daya saing sektor pertanian dengan menerapkan strategi baru dalam pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan. Lebih lanjut, Kepala Badan Litbang Pertanian menyampaikan bahwa penandatanganan MoU dengan UWK Surabaya diharapkan dapat menghasilkan teknologi unggul yang sesuai dengan kebutuhan pengguna sehingga secara riil dapat dimanfaatkan secara luas oleh pelaku usaha pertanian. 

 

Grati, 23 Agustus 2016. Ruang aula pertemuanBos Sondaicus menjadi tempat seminar hasil kegiatan penelitian yang dilakukan oleh ILRI yang bekerja sama dengan Badan Litbang Pertanian. Kegiatan penelitian tersebut dilakukan dengan mengambil lokasi di Batu, Malang, dan Situbondo. Kegiatan penelitian tersebut bertujuan untuk mengetahui jenis pakan ternak, pasar pakan dan hubungan sosial ekonomi di masyarakat wilayah Jawa Timur.

Penelitian tersebut menggunakan objek pakan ternak sapi. Batu mewakili lokasi dataran tinggi dengan mayoritas sapi perah, Malang dataran sedang dengan sapi potong dan perah, dan Situbondo untuk dataran rendah dengan sapi potong. Beberapa variabel penelitian yang diambil seperti harga pakan, jenis pakan, kebutuhan pakan, sistem pasar, dan sosial ekonomi.  

Pemateri pertama yang memberikan paparan tentang ILRI adalah Dr. Steven J Staal. Pemateri kedua adalah Dr. Kuntoro Boga A yang memberikan presentasi tentang hasil penelitian yang berjudul Descriptive Analyisis of Producers and Traders in the Studied Area”. Pemateri ketiga adalah Mr. Michael Blummel yang memberikan presentasi tentang “ feed quality as interface feed-animal performance”. Pemateri keempat adalah Mr. Sirak Bahtra yang memberikan presentasi tentang “Econometric analysis of factors that affect household level feed Market participation behavior and feed purchase prices in East Java”.

 Beberapa tamu undangan yang menghadiri seminar adalah dari instansi kementerian pertanian yang ada di Jawa Timur seperti BBPP Batu, BBIB Singosari, BPTP, dan Lolitsapi. Instansi lain seperti Dinas Peternakan Malang dan Probolinggo, akademisi dan stakeholder.

 

Washington State, 16-15 Juni. Dua orang peneliti peternakan sapi potong dari Balitnak dan Loka Penelitian Sapi Potong ditugaskan oleh Kementerian Pertanian untuk mempelajari sapi wagyu di Washington State University. Sapi wagyu adalah salah satu jenis sapi potong yang mempunyai sifat unggul dalam hal kualitas daging.

Daging sapi wagyu merupakan salah satu daging yang mempunyai cita rasa tinggi dan sehat karena memiliki pemarmeran (marbling) tinggi dan lemak tak jenuh dalam jumlah besar. Selain faktor genetik, pakan yang berkualitas tinggi, manajemen dan lama pemeliharaan sangat menentukan sifat marbling dari daging sapi wagyu. Daging sapi wagyu dipasarkan berdasarkan grade yang disesuaikan dengan tingkat kerapatan marbling pada daging. Semakin berkualitas marbling pada daging maka semakin mahal harganya.

Istilah Wagyu berarti sapi Jepang. Sapi wagyu terkenal karena pola marmer pada dagingnya dan kualitasnya. Kecenderungan genetik ras Wagyu menghasilkan daging dengan kandungan asam lemak omega-3 (asam linolenat) dan omega-6 (asam linoleat) yang lebih tinggi daripada daging sapi pada umumnya. Daging sapi wagyu juga mengandung asam lemak tak jenuh tunggal (asam oleat) tiga kali lebih tinggi dibandingkan sapi lain sehingga daging sapi wagyu terasa lumer di mulut. Tingginya asam lemak tidak jenuh pada daging Wagyu merupakan lemak yang baik bagi kesehatan. Selain itu jenis lemak jenuh pada sapi wagyu berbeda, yaitu empat puluh persen dalam bentuk asam stearat, yang memiliki dampak minimal dalam meningkatkan kadar kolesterol.

Pemilihan lokasi di Washington State University karena di universitas ini mulai tahun 1976 telah memulai pengembangan sapi wagyu dengan melakukan impor dari Jepang dua ekor sapi wagyu hitam dan dua ekor sapi wagyu merah. Di Amerika Serikat sapi Wagyu hitam dan merah disilangkan dengan sapi asli Amerika Serikat untuk membentuk sapi silangan yang mempunyai sifat unggul dengan kualitas daging yang tinggi. Sapi Wagyu banyak disilangkan dengan sapi Angus dan Holstein untuk meningkatkan grade kualitas daging dari keturunan persilangan pertama.

Potensi pasar khusus daging sapi Wagyu, telah dimanfaatkan oleh beberapa industri peternakan untuk mengembangkan sapi Wagyu di Indonesia diantaranya yaitu PT Santori dan PT Tossa Group. Terjadinya pengembangbiakan sapi Wagyu di Indonesia dapat menimbulkan minat peternak rakyat untuk mengembangkan sapi Wagyu. Daging sapi Wagyu hanya diperlukan oleh pangsa pasar yang sangat kecil (niche market) dan selama ini pasar tersebut dipenuhi melalui impor daging beku. Pengembangan sektor industri pariwisata dan restoran dan peluang ekspor daging sapi wagyu halal ke negara – negara dengan penduduk muslim menarik minat indutri sapi potong di Indonesia untuk mengembangkan sapi Wagyu.

Pengembangan sapi Wagyu di Indonesia dalam rangka mengisi pangsa pasar permintaan daging sapi kelas super premium. Dengan demikian, pengembangan sapi Wagyu di Indonesia cukup dilakukan oleh perusahaan swasta atau perusahaan pemerintah bila ada namun tidak menutup kemungkinan juga untuk memenuhi daging Wagyu halal ke negara negara dengan penduduk mayoritas muslim. Pemenuhan kebutuhan daging sapi lokal tetap melalui peternakan sapi potong tradisional dengan memanfaatkan rumpun-rumpun sapi lokal.

Mempertimbangkan sifat marbling sapi Wagyu diwariskan secara moderate hingga tinggi (heritabilitas 0,13-0,88), danbeberapa kelemahan pengembangan sapi Wagyu di Indonesia maka diperlukan kajian secara mendalam agar tidak berpotensi terjadi persilangan dengan plasma nutfahtanpa program pemuliaan yang benar serta penetapan kebijakan atau ketentuan terhadap masuknya benih atau bibit baru.  Antisipasi untuk mengatasi kelemahan serta penetapan kebijakan terhadap pengembangan sapi Wagyu secara luas di Indonesia memerlukan penelitian untuk mendapatkan pengetahuan tentang aspek teknis budi daya sapi Wagyu di negara – negara yang mengembangkan sapi Wagyu yaitu di Jepang, Amerika Serikat, Australia dan lain lain. 

Site Maps

APLIKASI LOLIT SAPI POTONG

VISITORS COUNTER

TodayToday3
YesterdayYesterday77
This_WeekThis_Week3
This_MonthThis_Month80
All_DaysAll_Days386511

 


(by AWStats )

266468
View Pages
2815511
Hits

Kunjungi media sosial kami :