Login to your account

Username *
Password *
Remember Me

Create an account

Fields marked with an asterisk (*) are required.
Name *
Username *
Password *
Verify password *
Email *
Verify email *
Captcha *
Reload Captcha

Indonesia merupakan negara yang berpotensi tinggi dalam industri peternakan dan perikanan. Terlebih melihat potensi pasar yang masih terbuka lebar di Indonesia. Pameran Indolivestock merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh PT. Napindo selaku event organizer (EO) bekerjasama dengan Kementerian Pertanian RI. Kegiatan ini merupakan ajang temu bisnis para pengusaha industri peternakan, kalangan kesehatan hewan, peternak, pengelolaan pakan ternak, pemrosesan makanan, pemasok dan para distributor. Pameran Industri Pakan dan Forum - Indolivestock 2017 diselenggarakan dari 17-19 Mei 2017 di Grand City Convex Surabaya, Indonesia.

Acara ini di buka oleh Bapak Drh. I Ktut Diamita, MP selaku Kepala Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian RI. Kegiatan ini juga diikuti instansi pemerintah, integrator, produsen, petani, dokter hewan, pakan pabrik, pengolah makanan, lembaga penelitian, mahasiswa dan pakar industri.   

Badan Litbang Pertanian ikut serta dalam pameran tersebut dengan menampilkan beberapa inovasi teknologi bidang peternakan yang diwakili oleh Puslitbang Peternakan dan BPTP Jawa Timur. Puslitbang Peternakan menampilkan  inovasi teknologi sapi potong oleh Loka Penelitian Sapi Potong, kesehatan ternak oleh Balitvet, dan ayam KUB oleh Balitnak.

Beberapa inovasi teknologi yang ditampilkan seperti kit diagnosa kebuntingan, pakan sapi potong nut-MB, hiajuan pakan ternak, vaksin ternak, hormon sinkronisasi kebuntingan, dan ayam kampung unggulan. Selain itu stan Badan Litbang pada event kali ini mendapatkan penghargaan stan terunik dari pihak penyelenggara.

 

 

Grati, 24 April 2017. Hari libur bukan menjadi halangan bagi pegawai di lingkup Litbang Pertanian untuk tetap bekerja. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran Kepala Badan Litbang Pertanian ke Loka Penelitian Sapi Potong untuk memberikan pembinaan dan arahan kepada karyawan/wati. Hal ini perlu dilakukan agar pegawai di Lolitsapi terus meningkatkan kinerja dan inovasinya dalam mengembangkan peternakan sapi potong di Indonesia. 

Dalam arahannya Dr. Ir. Muhammad Syakir, MS. menyampaikan bahwa Lolitsapi mempunyai tugas pokok dan fungsi yang strategis sebagai institusi yang berperan dalam mendukung terwujudnya program Kementan yaitu swasembada daging sapi. Lebih lanjut, Kepala Badan Litbang Pertanian menyampaikan bahwa seluruh institusi lingkup Badan Litbang Pertanian mempunyai tugas menyiapkan inovasi teknologi untuk mendukung program Kementan. Kegiatan penelitian merupakan suatu metode/koridor dalam mencapai fungsi inovasi teknologi yang bermanfaat untuk masyarakat. Kegiatan penelitian yang dilakukan tidak harus penelitian yang dimulai dari nol, tetapi bisa dilakukan dari pengembangan teknologi yang sedang update. Kerjasama dengan stakeholder dan akademisi perlu terus dilakukan untuk menambah inovasi teknologi yang dihasilkan.

Foto Kegiatan:

Kebutuhan pasokan daging sapi potong dalam negeri  yang mengalami peningkatan dari tahun ke tahun   memerlukan  peningkatan  populasi dan produktikvitas sapi potong dalam negeri sehingga  kebutuhannya dapat terpenuhi. Beberapa  kendala yang dihadapi pengembangan peternakan sapi potong di Indonesia antara lain adalah minimnya pengusaha besar yang  bergerak dalam usaha pembibitan sapi potong, manajemen pemeliharaan di tingkat peternak yang masih tradisional, dan kurangnya minat generasi muda  untuk mengembangkan usaha peternakan.

Loka Penelitian Sapi Potong merupakan institusi yang berada  di bawah Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan – Badan Litbang Pertanian  Kementerian Pertanian,  yang  mempunyai tugas dan fungsi  melakukan penelitian  sapi potong untuk menghasilkan teknologi pemeliharaan sapi potong yang efisien. Kegiatan penelitian ini meliputi bidang nutrisi dan pakan ternak, reproduksi ternak, pemuliaan, dan sumber daya genetik sapi potong. Tupoksi yang demikian itu menuntut Loka Penelitian Sapi Potong untuk terus berinovasi dalam melakukan kegiatan penelitian setiap tahunnya.  

Untuk melakukan kegiatan penelitian secara berkesinambungan, perencanaan kegiatan   penelitian yang akan datang (2018) perlu segera disusun yang dijabarkan dalam bentuk matrik kegiatan yang meliputi  kegiatan penelitian, diseminasi dan manajemen. Agar seluruh kegiatan yang akan  dapat terakomodir  secara menyeluruh, dilakukan rapat koordinasi penyusunan matrik  melibatkan seluruh  peneliti, kelompok peneliti,  kepala bagian tata usaha, pelayanan teknis, dan jasa penelitian. Beberapa kegiatan yang diusulkan tahun 2018 sebanyak 4 judul kegiatan (RPTP), 3 judul Diseminasi (RDHP) dan  2 kegiatan manajemen (RKTM). 

Adapun judul kegiatan penelitian (RPTP)  yang  diusulkan  tahun 2018 antara lain :

  1. Pemantapan Rumpun dan Penglepasan Galur Baru Sapi Potong Lokal  (5 kegiatan):

(Pembentukan Galur Baru Sapi PO Agrinak, Standar Nutrien Galur  Sapi PO Agrinak. Pembentukan Rumpun Sapi Silangan PO x Bali, Identifikasi penanda genetik spesifik pengontrol sifat kualitas daging dan karkas sapi Bali. Pengaruh gen-gen yang berhubungan dengan pertumbuhan terhadap produktivitas sapi Madura)

  1. Pelestarian dan Pemanfaatan Sumber Daya Genetik Sapi Lokal
  2. Peningkatan Efisiensi Reproduksi dalam Mendukung Usaha Pembentukan Bibit Unggul :
  3. Peningkatan kualitas daging sapi lokal melalui manipulasi pakan
  4. Identifikasi waktu ovulasi melalui perkembangan folikel dan Anti Mullerian Hormone (AMH)  pada sapi potong
  5. Diagnosa Kebuntingan Dini dengan Kit Imunodotbloting pada Sapi Induk bunting
  6. Pakan Ramah Lingkungan untuk Optimalisasi Pertumbuhan dan Kualitas daging dan Sapi Potong :
  7. Suplementasi Sumber Nitrogen  Terikat Dinding Sel
  8. Pakan Imbuhan Penurun Metan dan Pencerna Serat
  9. Pakan high density nutrient.
  10. Peningkatan kualitas daging sapi lokal melalui manipulasi pakan

Selain kegiatan penelitian juga dilakukan kegiatan diseminasi untuk mempublikasikan hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan melalui dua kegiatan, yaitu :

  1. Pendampingan Sistem Integrasi Tani Ternak (SITT)
  2. Pengelolaan dan Pemanfaatan Bibit Sumber Sapi Potong
  3. Pengembangan Bio Industri berbasis sapi potong Mendukung Bioenergi berkelanjutan

Kegiatan Manajemen (RKTM)  meliputi :

  1. Layanan Manajemen Litbang Pertanian
  2. Penyusunan Program dan Anggaran
  3. Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi
  4. Sistem Pengendalian Internal
  5. Operasional dan Pemeliharaan Kandang-Kebun
  6. Operasional dan Pemeliharaan Laboratorium-ISO 17025
  7. Pengelolaan Ketatausahaan dan Rumah Tangga Perkantoran
  8. Manajemen Kerjasama Pendayagunaan Hasil, Jasa Penelitian
  9. Pendampingan, Koordinasi, Bimbingan dan Dukungan Teknologi UPSUS Daging,  TSP, TTP, dan Komoditas Utama Kementan

Awal tahun 2017 Loka Penelitian Sapi Potong mendapatkan suntikan semangat untuk lebih meningkatkan kinerjanya melalui Piagam Penghargaan Abdibaktitani sebagai unit kerja pelayanan berprestasi madya atas upaya meningkatkan pelayanan kepada publik.  Acara seremonial ini dilakukan di BPTP Jawa Timur bersamaan dengan kegiatan Sosialisasi Road Map Reformasi Birokrasi dan Penerapan Budaya Pelayanan Prima. Piagam diserahkan oleh Bapak Dr. Edi Husen mewakili Sekretaris Badan Litbang Pertanian dan diterima langsung oleh Kepala Loka Penelitian Sapi Potong Dr. Ir. Dicky Pamungkas, M.Sc.

Piagam ini merupakan perwujudan bahwa Loka Penelitian Sapi Potong selain melakukan kegiatan penelitian juga mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Selain itu Loka Penelitian Sapi Potong juga telah menetapkan Standar Pelayanan Publik dalam rangka memberikan jaminan pelayanan maksimal kepada masyarakat untuk mendapatkan data dan informasi inovasi teknologi sapi potong.

 

Loka Penelitian Sapi Potong (Lolitsapi) disamping melakukan kegiatan kerjasama dengan kelompok tani-ternak (KTT) juga dengan akademisi; salah satunya dengan Fak. Peternakan Universitas Islam Malang (Unisma). Kerjasama Lolitsapi dengan Fak. Peternakan Unisma dimulai pada tahun 2015 melalui penandatangana MoU untuk kegiatan penelitian dan pengembangan mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi yang kemudian diperluas dengan kerjasama pengembangan bibit sapi potong pada tahun 2016. Kerjasama ini diwujudkan dengan penyerahan 10 ekor sapi PO (terdiri atas 1 ekor pejantan dan 9 ekor betina) yang selanjutnya dikelola oleh Fakultas Peternakan Unisma. Manajemenn pemeliharaan yang dikembangkan merupakan replikasi pola pemeliharaan yang diterapkan di Lolitsapi yaitu pembibitan sapi potong menggunakan kandang kelompok “Model Litbangtan”.

Dalam rangka menjaga kontinyuitas atau keberlanjutan kerjasama pengembangan bibit sapi PO tersebut, maka Lolitsapi berkewajiban melakukan monitoring atau pemantauan terhadap sapi-sapi yang dikerjasamakan tersebut. Hasil monitoring menunjukkan bahwa sapi PO aset Lolitsapi dipelihara di kandang kelompok “Model Litbangtan” yang dilengkapi dengan bank pakan berisi jerami padi sesuai potensi wilayah setempat. Dinamika populasi sapi PO telah terdapat kelahiran sebanyak dua ekor pedet jantan dan betina masing-masing berumur 3,5 bulan dan 4 bulan. Hasil pemeriksaan kebuntingan secara palpasi rektal menunjukkan bahwa dari terdapat 5 ekor yang bunting dan 3 ekor negatif (2 ekor diantaranya sedang laktasi).

Diharapkan dengan kegiatan kerjasama ini dapat meningkatkan kinerja proses belajar mengajar terutama aktivitas praktikum ternak ruminansia besar bagi mahasiswa dan/atau dosen Fak. Peternakan Unisma. Disamping itu adanya kerjasama penelitian ini dapat dijadikan sebagai media diseminasi Badan Litbang Pertanian bagi para akademisi terkait dengan keunggulan sistem pembibitan menggunakan kandang kelompok “Model Litbangtan”. 

Site Maps

APLIKASI LOLIT SAPI POTONG

VISITORS COUNTER

TodayToday52
YesterdayYesterday78
This_WeekThis_Week130
This_MonthThis_Month1407
All_DaysAll_Days392422

 


(by AWStats )

266468
View Pages
2815511
Hits

Kunjungi media sosial kami :