Login to your account

Username *
Password *
Remember Me

Create an account

Fields marked with an asterisk (*) are required.
Name *
Username *
Password *
Verify password *
Email *
Verify email *
Captcha *
Reload Captcha

 

Surabaya, 27 Juli 2016. Bersamaan dengan peringatan Dies Natalis XXXV Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya bertempat di Ruang Bangsal Pancasila diadakan agenda kegiatan penting yaitu penandatanganan MoU antara Universitas Wijaya Kusuma (Rektor UWK  Surabaya) dengan Badan Litbang Pertanian (Kepala Badan Litbang Pertanian). Selain itu juga dilakukan pengembangan dari MoU tersebut  yaitu penandatangnan MoU oleh Fak. Teknik, Pertanian dan Kedokteran Hewan UWK Surabaya dengan UPT Badan Litbang Pertanian yang ada di Prov. Jawa Timur; yaitu Balitkabi Malang, Balittas Malang, BPTP Jawa Timur dan Lolitsapi Grati Pasuruan yang masing-masing diwakili oleh Dekan dan Ka Balit/Lolit/BPTP.

Penandatanganan MoU antara Lolitsapi dengan FKH UWK Surabaya merupakan kegiatan jaringan kerjasama dan pengembangan penelitian sapi potong yang dilakukan oleh Lolitsapi. Kegiatan kerjasama tersebut merupakan suatu implementasi dari penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat di Lolitsapi.

Kepala Badan Litbang Pertanian menaruh harapan cukup besar bahwa penandatanganan MoU yang dilakukan antara beberapa fakultas di UWK Surabaya dengan Balit/Lolit/BPTP dapat menghasilkan inovasi teknologi yang secara nyata dapat membantu meningkatkan daya saing sektor pertanian dengan menerapkan strategi baru dalam pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan. Lebih lanjut, Kepala Badan Litbang Pertanian menyampaikan bahwa penandatanganan MoU dengan UWK Surabaya diharapkan dapat menghasilkan teknologi unggul yang sesuai dengan kebutuhan pengguna sehingga secara riil dapat dimanfaatkan secara luas oleh pelaku usaha pertanian. 

 

Washington State, 16-15 Juni. Dua orang peneliti peternakan sapi potong dari Balitnak dan Loka Penelitian Sapi Potong ditugaskan oleh Kementerian Pertanian untuk mempelajari sapi wagyu di Washington State University. Sapi wagyu adalah salah satu jenis sapi potong yang mempunyai sifat unggul dalam hal kualitas daging.

Daging sapi wagyu merupakan salah satu daging yang mempunyai cita rasa tinggi dan sehat karena memiliki pemarmeran (marbling) tinggi dan lemak tak jenuh dalam jumlah besar. Selain faktor genetik, pakan yang berkualitas tinggi, manajemen dan lama pemeliharaan sangat menentukan sifat marbling dari daging sapi wagyu. Daging sapi wagyu dipasarkan berdasarkan grade yang disesuaikan dengan tingkat kerapatan marbling pada daging. Semakin berkualitas marbling pada daging maka semakin mahal harganya.

Istilah Wagyu berarti sapi Jepang. Sapi wagyu terkenal karena pola marmer pada dagingnya dan kualitasnya. Kecenderungan genetik ras Wagyu menghasilkan daging dengan kandungan asam lemak omega-3 (asam linolenat) dan omega-6 (asam linoleat) yang lebih tinggi daripada daging sapi pada umumnya. Daging sapi wagyu juga mengandung asam lemak tak jenuh tunggal (asam oleat) tiga kali lebih tinggi dibandingkan sapi lain sehingga daging sapi wagyu terasa lumer di mulut. Tingginya asam lemak tidak jenuh pada daging Wagyu merupakan lemak yang baik bagi kesehatan. Selain itu jenis lemak jenuh pada sapi wagyu berbeda, yaitu empat puluh persen dalam bentuk asam stearat, yang memiliki dampak minimal dalam meningkatkan kadar kolesterol.

Pemilihan lokasi di Washington State University karena di universitas ini mulai tahun 1976 telah memulai pengembangan sapi wagyu dengan melakukan impor dari Jepang dua ekor sapi wagyu hitam dan dua ekor sapi wagyu merah. Di Amerika Serikat sapi Wagyu hitam dan merah disilangkan dengan sapi asli Amerika Serikat untuk membentuk sapi silangan yang mempunyai sifat unggul dengan kualitas daging yang tinggi. Sapi Wagyu banyak disilangkan dengan sapi Angus dan Holstein untuk meningkatkan grade kualitas daging dari keturunan persilangan pertama.

Potensi pasar khusus daging sapi Wagyu, telah dimanfaatkan oleh beberapa industri peternakan untuk mengembangkan sapi Wagyu di Indonesia diantaranya yaitu PT Santori dan PT Tossa Group. Terjadinya pengembangbiakan sapi Wagyu di Indonesia dapat menimbulkan minat peternak rakyat untuk mengembangkan sapi Wagyu. Daging sapi Wagyu hanya diperlukan oleh pangsa pasar yang sangat kecil (niche market) dan selama ini pasar tersebut dipenuhi melalui impor daging beku. Pengembangan sektor industri pariwisata dan restoran dan peluang ekspor daging sapi wagyu halal ke negara – negara dengan penduduk muslim menarik minat indutri sapi potong di Indonesia untuk mengembangkan sapi Wagyu.

Pengembangan sapi Wagyu di Indonesia dalam rangka mengisi pangsa pasar permintaan daging sapi kelas super premium. Dengan demikian, pengembangan sapi Wagyu di Indonesia cukup dilakukan oleh perusahaan swasta atau perusahaan pemerintah bila ada namun tidak menutup kemungkinan juga untuk memenuhi daging Wagyu halal ke negara negara dengan penduduk mayoritas muslim. Pemenuhan kebutuhan daging sapi lokal tetap melalui peternakan sapi potong tradisional dengan memanfaatkan rumpun-rumpun sapi lokal.

Mempertimbangkan sifat marbling sapi Wagyu diwariskan secara moderate hingga tinggi (heritabilitas 0,13-0,88), danbeberapa kelemahan pengembangan sapi Wagyu di Indonesia maka diperlukan kajian secara mendalam agar tidak berpotensi terjadi persilangan dengan plasma nutfahtanpa program pemuliaan yang benar serta penetapan kebijakan atau ketentuan terhadap masuknya benih atau bibit baru.  Antisipasi untuk mengatasi kelemahan serta penetapan kebijakan terhadap pengembangan sapi Wagyu secara luas di Indonesia memerlukan penelitian untuk mendapatkan pengetahuan tentang aspek teknis budi daya sapi Wagyu di negara – negara yang mengembangkan sapi Wagyu yaitu di Jepang, Amerika Serikat, Australia dan lain lain. 

Site Maps

APLIKASI LOLIT SAPI POTONG

VISITORS COUNTER

TodayToday54
YesterdayYesterday77
This_WeekThis_Week358
This_MonthThis_Month1261
All_DaysAll_Days390014

 


(by AWStats )

266468
View Pages
2815511
Hits

Kunjungi media sosial kami :