Login to your account

Username *
Password *
Remember Me

Create an account

Fields marked with an asterisk (*) are required.
Name *
Username *
Password *
Verify password *
Email *
Verify email *
Captcha *
Reload Captcha

Pasuruan (4/11) – Arumi Bachsin, Istri dari Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak tertarik dengan manajemen sapi potong yang ada di Loka Penelitian Sapi Potong. “Kunjungan ini kami lakukan dalam rangka menambah ilmu pengetahuan tentang sapi potong. Secara kualitas, sapi lokal tidak kalah dengan sapi impor, namun saat ini perlu peningkatan kuantitas. Sehingga, teknologi dan inovasi sangat dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan ini,” ujar Arumi yang didampingi oleh Lulis Irsyad, Istri Bupati Pasuruan beserta rombongan ibu penggerak PKK Jawa Timur.

Plh. Kepala Lolitsapi Dr. Ir. Dicky Pamungkas, M.Sc. menyampaikan bahwa core bisnis Lolitsapi adalah dibidang breeding atau perbanyakan populasi. “Target kita menghasilkan induk yang mampu beranak satu kali setiap tahun. Selain itu, Lolitsapi juga memiliki target menghasilkan pejantan berkualitas yang mampu menghasilkan anakan yang bagus,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, Arumi beserta rombongan mengunjungi kantor, laboratorium dan kandang percobaan di Lolitsapi.

Beberapa fot kegiatan.

 

Sosialisasi Kostratan di Kabupaten Bangkalan dihadiri oleh Kepala  Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kab. Bangkalan, Kasubag, Kasie, Penyuluh, Operator Kostratan dan staf terkait. Acara dibuka oleh Kepala Dinas, dilanjutkan penyampaian materi oleh tim Puslitbangnak Ratna Ayu S, Ph.D. dan Lolitsapi Dr. Peni Wahyu P. Sedangkan acara sosialisasi di Kabupaten Sampang dilakukan di kantor BPP Banyuasih. Acara di Banyuasih dihadiri oleh Kabid dan penyuluh di BPP Banyuasih dan tim Medik Veteriner di BPP Banyuasih.

Materi yang disampaikan tentang Kostratan untuk BPP Kabupaten Bangkalan meliputi definisi, peran, tahapan pembentukan BPP, jenis data yang harus diinput dan dilanjutkan dengan praktek cara mengisi di aplikasi berikut penjelasan atas menu menu di aplikasi Kostratan, disusul diskusi dan tanya jawab  Acara ditutup oleh pak Kadis.

Masing-masing Kostratan harus mengisi data-data sesuai dengan arahan dari Badan SDM per bulan Agustus meliputi data Komoditas prioritas (pajale, bawang merah, bawang putih) dan kegiatan BPP; selanjutnya pada bulan September Kostratan harus menginput data Komoditas prioritas (pajale, bawang merah, bawang putih, sapi), kegiatan BPP dan Tenaga Kerja;

Pada Oktober Kostratan harus menginput data Komoditas prioritas (pajale, bawang merah, bawang putih, sapi, cabai besar, cabe rawit), kegiatan BPP, tenaga kerja, alsintan dan penurunan loses; pada Nopember Kostratan harus menginput data Komoditas prioritas (pajale, bawang merah, bawang putih, sapi, cabai besar, cabe rawit), kegiatan BPP dan Tenaga Kerja dan Alsintan, harga pasar dan penurunan loses. Catatan untuk masing-masing BPP pada saat menginput data/angka pada aplikasi Kostratan harus sinkron dengan PJ Kabupaten.

Grati, Kegiatan penelitian Loka Penelitian Sapi Potong (Lolitsapi) dimasa pandemi tahun 2020 tetap bergairah dengan adanya kerjasama penelitian dengan Menristek melalui program PRN. Beberapa kegiatan penelitian untuk menghasilkan inovasi teknologi sapi potong bisa tetap dikerjakan sesuai dengan output yang diharapkan.

Dr. Agus Susanto adalah Kepala yang baru dilantik untuk memimpin Puslitbangnak. Sehingga koordinasi dengan semua UK/UPT dibawahnya sangat diperlukan untuk menyamakan visi membangun peternakan nasional menjadi lebih baik. Beberapa topik yang diangkat pada kesempatan kali ini adalah tentang kebijakan pengelolaan sapi sawit dan kebijakan SDM dengan adanya pegawai yang pensiun di Lolitsapi.

Kegiatan ini dilakukan melalui pertemuan di ruangan dan video conference bersama Kapuslitbangnak, Plt. Lolitsapi Dr. Harwanto. Semua peneliti dan beberapa staf hadir dalam pertemuan kali ini. Dr. Atien bersama tim kegiatan ACIAR juga hadir untuk melakukan kegiatan monev kegiatan kerjasama penelitian dengan Australia.

 

Kamis, 24 September 2020 tim Pendampingan Program Utama (PKU) Loka Penelitian Sapi Potong (Lolitsapi) Dr. Peni WP, S.Pt., M.P., mengikuti rapat koordinasi di Hotel Grand Mercure Surabaya.

Narasumber dalam kegiatan ini yaitu Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Direktur Jenderal Hortikultura, Direktur Jenderal Perkebunan, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Kepala Badan Ketahanan Pangan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Hadir juga beberapa tamu undangan kepala BPTP Jawa Timur beserta peneliti, Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas terkait dari 29 Kabupaten di Jawa Timur dan beberapa penyuluh pertanian di Kabupaten di Jawa Timur.

Narasumber menyampaikan Paparan Evaluasi Capaian Masing-masing Program dan Kegiatan Utama Kementan sesuai dengan bidangnya masing-masing. Acara dilanjutkan dengan Fasilitasi Evaluasi Program dan Kegiatan Utama Kementan oleh PJ Kab./Kota oleh PJ Masing-masing Kab./Kota.

Acara dilanjutkan dengan TOT Laporan Utama Kementan

Prosedur Pengisian Laporan Program dan Kegiatan Utama Kementerian Pertanian di Jawa Timur melalui https://laporanutama.pertanian.go.id. oleh Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian. Acara dilanjutkan dengan diskusi dilanjutkan penutupan.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak) Dr. drh. Agus Susanto memberikan semangat kepada para peneliti, teknisi litkayasa, dan staf pegawai Lolitsapi untuk bekerja powefull. “Ide-idenya dikeluarkan serta dalam pelaksanaannya agar berkolaborasi dan bekerjasama. Bergotong royong dan ciptakan rasa saling menghormati,” ujar Dr. Agus saat melakukan kunjungan kerja perdananya di Loka Penelitian Sapi Potong (Lolitsapi).

Acara berlangsung di ruang Bos Sondaicus, Loka Penelitian Sapi Potong pada Sabtu, 5 September 2020, dihadiri oleh seluruh staf pegawai Lolitsapi. Turut hadir peneliti Puslitbangnak diantaranya Dr. Atien Priyanti., IGAP, Ph.D., Ratna Ayu, Ph.D. Dalam kesempatan ini, Kapuslitbangnak memulai kunjungannya dengan melihat infrastruktur di Lolitsapi mulai dari laboratorium, kandang percobaan, dan materi sapi penelitian, diantaranya sapi PO, Bali, Madura, Belgian Blue, dan sapi lokal lainnya.

Agus Susanto menekankan bahwa masalah sapi adalah masalah peternakan Indonesia. “Kita masih impor sapi 1,4 juta ekor (2019). Kita sebagai lembaga penelitian dan pengembangan, merupakan organisasi strategis. Terobosan dikembangkan terus dengan konsep kolaborasi dan jangan menutup diri,” jelasnya.

Kunjungan diakhiri dengan paparan selayang pandang Lolitsapi dan diskusi antara Kapuslitbangnak bersama pegawai Lolitsapi.

 

Site Maps

APLIKASI LOLIT SAPI POTONG

VISITORS COUNTER

TodayToday18
YesterdayYesterday74
This_WeekThis_Week172
This_MonthThis_Month2121
All_DaysAll_Days390874

 


(by AWStats )

266468
View Pages
2815511
Hits

Kunjungi media sosial kami :