Login to your account

Username *
Password *
Remember Me

Create an account

Fields marked with an asterisk (*) are required.
Name *
Username *
Password *
Verify password *
Email *
Verify email *
Captcha *
Reload Captcha

Senin – Kamis, tanggal 2 – 5 Maret 2020 Loka Penelitian Sapi Potong melaksanakan monitoring dan evaluasi kerjasama pengembangan bibit sapi potong di kelompok tani ternak di Kota Semarang, Kab. Jepara dan Kab. Rembang Jawa Tengah.

Program dilaksanakan dalam rangka mendukung upaya pelestarian sapi potong lokal khususnya sapi peranakan ongole (PO). Kerjasama pengembangan bibit sapi potong memuat berbagai klausul terkait hak dan kewajiban dari masing-masing pihak.

Monev dilaksanakan untuk melakukan pengamatan perkembangan sapi-sapi PO yang telah dikerjasamakan serta rencana pembentukan penangkaran bibit sapi PO di berbagai wilayah di Indonesia. Dilaksanakan pula diskusi untuk menangkap umpan balik berbagai aspek terkait kerjasama pengembangan bibit sapi potong.

Tim yang bertugas adalah Jauhari Efendy, S.Pt., M.Si., Dr. Aryogi, MP., drh. Dicky M Dikman, M.Phill, dan Dadang Karnadi.

Kontributor : Jauhari Efendy

Editor : Frediansyah Firdaus

 

Menindaklanjuti protokol diskusi kegiatan penelitian di UPT lingkup puslitbangnak maka perlu ditindaklanjuti pembahasan kegiatan penilitian lingkup Puslitbangnak TA 2020. Pembahasan kegiatan penelitian lingkup Puslitbangnak TA 2020 ini diperlukan untuk sinkronisasi dengan program yang sudah ditetapkan oleh Balitbangtan dan Kementrian Pertanian. Pembahasan berlangsung pada Rabu, 4 Maret 2020 di Kantor Puslitbangnak, Bogor.

Pembahasan kegiatan penelitian lingkup Puslitbangnak TA 2020 dihadiri oleh Kepala UPT dan koordinator program lingkup Puslitbangnak yaitu : 1) Balai Penelitian Ternak; 2) Loka penelitian Sapi Potong; 3) Loka Penelitian Kambing Potong; 4) Balai Besar Penelitian Veteriner dan tim evaluator lingkup puslitbangnak yaitu Ibu Elizabeth Wina, Ibu Wisri Puastuti, Ibu Indrawati Sendow, Bapak Endang Romjali, Bapak Abdul Adjid, Kapuslitbangnak, ka bidang program dan evaluasi puslitbangnak dan staff ka bidang program dan evaluasi puslitbangnak.

Kontributor : Yenny Nur A

Editor : Frediansyah Firdaus

 

 

Menindaklanjuti hasil pertemuan Rapat Kerja Naional (Rakernas) Kemenristek/BRIN 29 Januari 2020, bahwa masing-masing bidang telah dilakukan penandatangan Perjanjian Kerjasama (PKS) flagship Prioritas Riset Nasional 2020-2024.

Disaksikan oleh KaBalitbangtan dan Sedtijen Penguatan Riset dan Pengembangan  Kemenristik Dikti, penandatangan dilakukan oleh Penanggung Jawab/Manajer Substansi masing-masing Bidang antara lain berasal dari: Balitbangtan, Kemeneterian/Lembaga, LPNK, LPPM Perguruan Tinggi, LIPI, Batan, dan BPPT.

Sebelum pembahasan teknis/Flagship Bidang Pangan (dibagi sidang kelompok), Sesditjen   Penguatan Riset dan Pengembanngan (Dr. Prakosa) menyampaikan kembali Sistem dan Prosedur Mekanisme Perjanjian Kerjasama Prioritas Riset Nasional  Bidang Pangan 2020-2024 berisikan: Deskripsi Program Flagship, Kerangka Pelaksanaan Pembangunan Iptek 2020-2024. Organisasi klaster Pangan Fungsional, Penetapan Fokus, Tema, Topik dan Produk pada PRN 2020-2024.

Flagship PRN Sapi Potong terdiri 7 WBS, WBS-1 (Pemuliaan) dengan PJ Kalolitsapi terdiri dari 5 WP (termasuk sapi Donggala), WBS-2 (Teknologi Pakan) terdiri dari 8 WP dengan PJ Dekan Fapet UGM, WBS-3 (Teknologi Reproduksi) terdiri dari 8 WP dengan PJ Dr. Roni Ridwan (LIPI), WBS-4 (Veteriner) terdiri 7 WP dengan PJ Dr. NLP Indi Dharmayanti (KaBBlitvet),  WBS-5 (Teknologi Informasi) terdiri dari 4 WP dengan PJ Dr. Windu Nugraha (BPPT), WBS-6 (Pasca Panen) terdiri 2 WP dengan PJ Fitri Setyaningrum (LIPI), dan WBS-7 (Pengembangan Sapi Bibit Partisipatif) dengan PJ Dekan Fak Peternakan UnHas.

Kontributor : Dicky Pamungkas

Editor : Frediansyah Firdaus

 

Kementerian Pertanian dalam program strategis 2020-2024, berusaha mendorong lebih kuat pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk bergerak di sektor pertanian agar berkolaborasi membentuk kelompok-kelompok usaha bersama atau bekerjasama dengan korporasi besar dan swasta. Kendala utama yang dihadapi oleh peternakan rakyat untuk mengembangkan usahanya utamanya adalah ketersediaan modal.

Pemerintah sejak beberapa tahun terakhir, telah berupaya memberikan kemudahan bagi pembiayaan pertanian melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Percepatan penyerapan KUR bagi usaha peternakan perlu terus didorong dengan menginisiasi pihak-pihak koperasi, asosiasi, maupun swasta/pengusaha untuk dapat berperan menjadi off taker bagi peternak rakyat. Hal ini akan berdampak terhadap peningkatan populasi dan produksi sapi nasional. Tim kajian Antisipatif dan Responsif Kebijakan Strategis Peternakan dan Veteriner (KAR-KSPV) menginisiasi untuk menghimpun masukan-masukan kepada pemerintah guna mendukung hal tersebut melalui Focus Group Discussion (FGD). FGD berlangsung  di CV Bumi Peternakan Wahyu Utama pada Senin, 10 Maret 2020 dihadiri oleh perwakilan kelompok tani ternak di Kabupaten Tuban. 

Dimoderatori oleh Kepala Loka Penelitian Sapi Potong Dr. Ir. Dicky Pamungkas, M.Sc dengan pemateri Joko Utomo (Direktur Utama CV. Bumi Peternakan Wahyu Utama), dan Tim KAR-KSPV Puslitbangnak (Prof. Ismeth Inounu, Ir. Dwi Priyanto MS, Dr. RM A Adjid dan Dr. Ratna Ayu S). 

Kontributor : Frediansyah Firdaus

Menindaklanjuti hasil kegiatan Temu Teknis Pengelolaan dan Pengembangan Perpustakaan pada tanggal 12 – 15 Februari 2020, diperlukan konsolidasi di tingkat pimpinan yang mengampu kegiatan pengelolaan perpustakaan. Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (PUSTAKA) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Perpustakaan Pertanian Berbasis Inklusis Sosial.

FGD dilaksanakan di Lantai 2 Gedung B Museum Tanah dan Pertanian, Jl. Ir. H. Juanda No. 98 Bogor, Jawa Barat diikuti oleh perwakilan Kepala Bidang/Seksi Kerjasama/KSPHP/Jasa Penelitian/Pelayanan Pengkajian, atau bidang lain yang mengampu pengelolaan perpustakaan di instansi lingkup Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian pada Senin, 2 Maret 2020 pukul 13.00 – 19.00. FGD menghadirkan narasumber dari Perpustakaan Kemendikbud Chaidir Amir, S.Sos., M.A., dan Kabid Perpustakaan PUSTAKA Dr. Riko Bintari.

Hasil FGD : 1) Kerangka pikir pembangunan perpustakaan adalah literasi, inovasi dan kesejahteraan; 2) Langkah strategis perlu ditempuh yaitu dengan membentuk SDM berkualitas berbasis IoT, pemanfaatan big data dan penyediaan informasi, layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial dan penguatan kerjasama nasional dan internasional; 3) Perpustakaan memiliki fungsi pendidikan, penelitian, informasi, pelestarian dan rekreasi; 4) PUSTAKA melaunching POS Tani (PUSTAKA On the Spot) sebagai pusat promosi, memiliki konten fisik dan digital, berkolaborasi dengan pemangku kepentingan mengembangan rumah baca dan menyelenggarakan peltihan dan peningkatan kapasitas/keterampilan bagi masyarakat; 5) Perpustakaan di lingkungan Kementerian Pertanian sebagai perpustakaan khusus memiliki fungsi sebagai perpustakaan rujukan, pusat deposit dan pusat sumber belajar masyarakat di lingkungan lembaga induk; 6) Strategi mewujudkan perpustakaan berbasis inklusi sosial yaitu menyediakan fasilitas dan waktu yang ramah komunitas, mempermudah perizinan, komunikasi dengan komunitas (temu pemustaka, WAG), pelibatan komunitas dalam kegiatan perpustakaan dan menghadirkan tokoh/publik figur.

Kontributor : Frediansyah Firdaus

 

Site Maps

APLIKASI LOLIT SAPI POTONG

VISITORS COUNTER

TodayToday12
YesterdayYesterday74
This_WeekThis_Week455
This_MonthThis_Month2012
All_DaysAll_Days395372

 


(by AWStats )

266468
View Pages
2815511
Hits

Kunjungi media sosial kami :