Aplikasi Teknologi Hermix dan Kit Kebuntingan di Peternakan Rakyat

Panjangnya jarak beranak dan rendahnya tingkat kebuntingan adalah salah satu penyebab pencapaian efisiensi reproduksi sapi potong yang kurang optimal. Upaya yang dilakukan agar target reproduksi dapat tercapai, yaitu dengan melakukan perbaikan pengelolaan reproduksi salah satunya melalui penanganan gangguan organ reproduksi dan keakuratan deteksi kebuntingan pada sapi induk.

Bolus Hermix (Herbal Mixture) merupakan suplemen aditif yang mengandung vitamin A (retinol),  vitamin D3 (cholecalciferol),  vitamin E (tocoferol), zinc dan herbal kelor (Moringa oliefera)  serta bahan penyusun lainnya. Untuk mengatasi terjadinya hipofungsi ovarium pada sapi betina yang diakibatkan oleh gangguan pertumbuhan folikel dan corpus luteum. Kombinasi ini berfungsi untuk menggertak hipothalamus untuk membantu sekresi hormon LH dan FSH pada sapi betina.

Kab. Pamekasan dan Kab. Sumenep menjadi lokasi aplikasi teknologi dari Lolitsapi berupa Hermix dan Kit Deteksi Kebuntingan. Aplikasi teknologi berlangsung mulai bulan Agustus hingga Oktober 2020. Hasil aplikasi sementara dari kegiatan tersebut adalah perlu dilakukan evaluasi terhadap hasil aplikasi Hermix pada hari ke 21 dan 42 terkait munculnya kejadian birahi, selanjutnya untuk tes kit kebuntingan pada sapi yang terindikasi bunting dan dubius peternak harus berhati – hati dalam penanganan ternak termasuk pemberian pakan yang berkualitas.