Login to your account

Username *
Password *
Remember Me

Create an account

Fields marked with an asterisk (*) are required.
Name *
Username *
Password *
Verify password *
Email *
Verify email *
Captcha *
Reload Captcha

 

Grati, 21 Maret 2017. Pengembangan sapi potong di wilayah Kab. Bangka Tengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat ini mendapatkan perhatian serius dari Bupati H. Erzaldi Rosman, SE.,MM. Dinas Pangan Kab. Bangka Tengah telah menyusun program dalam bentuk pemberdayaan masyarakat yaitu dengan menugaskan beberapa petani-peternak pioneer beserta beberapa petugas lapang (PPL) untuk belajar/magang di Loka Penelitian Sapi Potong. Kunjungan Bupati Bangka Tengah Ke Lolitsapi dalam rangka memberikan semangat dan motivasi kepada 18 orang peternak dan penyuluh yang mengikuti magang selama 6 hari (20-25 Maret 2017).    

Dalam sambutannya beliau menyampaikan harapan yang sangat besar kepada para peserta magang untuk memanfaatkan momen tersebut sebagai wadah menyerap ilmu pengetahuan dan teknologi serta keterampilan budidaya sapi potong terutama aspek nutrisi dan pakan ternak. Para penyuluh juga diharapkan mempunyai kemampuan yang lebih karena nantinya akan menjadi pendamping peternak. 

Pada akhir pertemuan, Bapak Dr. Ir. Dicky Pamungkas menyampaikan bahwa Lolitsapi siap untuk melakukan pendampingan pengembangan sapi potong di wilayah Kab. Bangka Tengah. Hal ini ditanggapi oleh Pak Bupati dengan akan dibangunnya mini ranch sapi potong di Bangka Tengah dengan mereplikasi teknologi budidaya sapi potong sebagaimana yang ada di Lolitsapi.

Beberapa foto kegiatan :

Lolitsapi, 10 Maret 2017. Sebanyak delapan orang tim dari BBPTT provinsi Jawa Tengah mengunjungi Loka Penelitian Sapi Potong. Kunjungan ini dalam rangka konsultasi untuk program yang akan dijalankan di BBPTT. Beberapa program yang akan dijalankan seperti akreditasi, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), dan manajemen pemeliharaan sapi potong. Dalam sambutannya kepala rombongan dari BBPTT menyampaikan bahwa kami ingin belajar tentang manajemen yang ada di Lolitsapi agar kami bisa selangkah lebih maju dalam mengembangkan peternakan di Jawa Tengah.

Tim dari Lolitsapi sendiri terdiri dari Dr.Ir. Aryogi, MP, Sugiyane Mahaputra, S.Pd, Andi Mulyadi, SP, Ir. Didik Eko W, Yudi Adinata, S.Pt., M.Sc dan drh. Dicky M Dikman. Beberapa peneliti yang dihadirkan adalah sesuai dengan bidang yang akan dikonsultasikan, seperti manajemen ISO, kesehatan hewan, pakan, breeding, dan manajemen pemeliharaan sapi potong. Pembahasan dilakukan dengan metode diskusi agar lebih menarik dan sesuai dengan yang diinginkan oleh tim dari BBPTT Jawa Tengah.

Kegiatan selanjutnya adalah kunjungan ke kandang percobaan Lolitsapi. Para tamu didampingi oleh Pak Didik Eko W, Pak Dicky M Dikman, dan Pak Aryogi. Banyak sekali hal menarik yang didiskusikan selama kunjungan ke kandang percobaan, seperti strategi pemberian pakan, komposisi ransum pakan yang sesuai dengan potensi daerah, kesehatan ternak, dan manajemen reproduksi.

Beberapa foto kegiatan :

Grati, 9 Februari 2017. Komunitas Sapi Indonesia (KIS) merupakan kumpulan dari peternak sapi yang ada di Indonesia. Kegiatan yang dilakukan adalah memberikan pelatihan kepada anggota tentang kesehatan, pakan dan manajemen pemeliharaan sapi potong dari anggota yang senior dan ahli di bidangnya. Anggota KSI sendiri sangat banyak sehingga dibentuklah koordinator untuk setiap provinsi. Jawa Timur yang mempunyai jumlah peternak cukup banyak telah membentuk KSI wilayah Jawa Timur yang keanggotannya telah disusun bersamaan dengan kunjungan ke Lolitsapi ini.

Sebagai instansi pemerintah yang bergerak di bidang penelitian sapi potong maka Lolitsapi memberikan dukungan penuh dan siap menjadi partner dari KSI. Lolitsapi akan melakukan sharing teknologi dan inovasi sapi potong bersama anggota KSI untuk terus memajukan peternakan di Indonesia.

Dalam kunjungan kali ini Dr. Ir. Dicky Pamungkas, M.Sc, Ir. Mariyono, M.Si, dan Sugiyane Mahaputra, S.Pd menjadi narasumber untuk Komunitas Sapi Indonesia. Dalam presentasinya Pak Mariyono memberikan materi tentang perhitungan ekonomi sapi potong dan strategi pakan sapi potong sesuai potensi wilayah. Selain presentasi dan diskusi para tamu berkunjung ke kandang percobaan bersama Pak Sugiyane yang memberikan arahan dan penjelasan tentang manajemen pemeliharaan yang diterapkan di Lolitsapi.

 

Senin, 20 Februari 2017. Sebanyak 300 siswa siswi kelas XI bersama 24 orang Bapak dan Ibu Guru SMA Sejahtera Depok  melakukan study banding tentang peternakan sapi potong di Loka Penelitian Sapi Potong ( Lolitsapi ).  SMA Sejahtera 1 Depok mempunyai kegiatan rutin tiap tahun untuk kunjungan industri dalam rangka karyawisata ke Jawa Timur.

Materi yang diberikan selama di Lolitsapi adalah pengenalan sapi potong dan nilai ekonomi sapi potong. Hal ini dikarenankan siswa siswi yang hadir adalah berasal dari jurusan IPA dan IPS. Narasumber dari Lolitsapi adalah Tri Agus Sulistya, S.Pt dan Sugiyane Mahaputra, S.Pd. Selain materi juga diberikan sesi tanya jawab. Dalam sesi ini banyak sekali pertanyaan yang disampaikan oleh siswa-siswi tentang sapi potong. Hal ini menunjukkan bahwa siswa-siswi SMA 1 Sejahtera sangat tertarik dengan sapi potong yang ada di Indonesia.

Selain materi siswa siswi juga berkunjung ke kandang percobaan bersama Pak Sugiyane. Para siswa siswi cukup tertarik melihat sapi secara langsung. Melihat berbagai jenis sapi potong lokal yang ada di Indonesia dan manajemen pemeliharaan yang diterapkan di Lolitsapi.

Grati, 25 Januari 2017. Komoditas sapi potong sampai saat ini masih menjadi cabang usahatani yang menjanjikan sehingga memunculkan daya tarik tersendiri bagi petani dan masyarakat pedesaan pada umumnya. Semangat menekuni bidang usaha peternakan sapi potong inilah yang menghantarkan 60 orang peternak anggota Gapoktan Bentul Jaya Desa Jambepawon Kec. Doko Kab. Blitar untuk melakukan studi banding dalam rangka menambah ilmu tentang manajemen pemeliharaan sapi potong di Lolitsapi.

Rombongan sampai di Lolitsapi pukul 10.00 WIB dan langsung menuju kandang percobaan Lolitsapi bersama tiga orang narasumber; yaitu Sugiyane Mahaputera, Didiek Eko Wahyono dan Jauhari Efendy. Selama di kandang peternak mengamati model kandang, jenis sapi dan manajemen pemeliharaan. Selain itu juga dilakukan diskusi berbagai hal tentang sapi potong bersama para narasumber.

Yang sedikit berbeda dari kunjungan tamu-tamu pada umumnya adalah dalam kesempatan tersebut rombongan juga membawa kameramen dari perusahaaan televisi swasta yang ada di Jawa Timur yaitu JTV (Jawa Pos Televisi) guna mendokumentasikan kegiatan studi banding tersebut. Selanjutnya, direncanakan liputan hasil studi banding ke Lolitsapi tersebut akan ditayangkan dalam program “Sopo Deso”.  

Kegiatan dilanjutkan di Aula Bos sondaicus bersama Kepala Lolitsapi Dr. Ir. Dicky Pamungkas, M.Sc. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa cukup banyak rumpun sapi potong lokal Indonesia yang potensial untuk dikembangkan karena sudah memiliki daya adaptasi yang baik terhadap kondisi iklim di Indonesia. Akan tetapi saat ini terdapat kecenderungan peternak lebih tertarik untuk memelihara sapi silangan karena secara ekonomi lebih menguntungkan. Padahal secara performans sapi potong lokal lebih baik daripada sapi silangan dalam hal kualitas daging dan persentase karkas.

 

Site Maps

APLIKASI LOLIT SAPI POTONG

VISITORS COUNTER

TodayToday7
YesterdayYesterday78
This_WeekThis_Week85
This_MonthThis_Month1362
All_DaysAll_Days392377

 


(by AWStats )

266468
View Pages
2815511
Hits

Kunjungi media sosial kami :