Login to your account

Username *
Password *
Remember Me

Create an account

Fields marked with an asterisk (*) are required.
Name *
Username *
Password *
Verify password *
Email *
Verify email *
Captcha *
Reload Captcha

Grati. Sebanyak 35 orang tim dari Dinas Peternakan Kab. Timor Tengah Selata bersama dengan peternak dan petugas teknis mengunjungi Loka Penelitian Sapi Potong untuk melakukan study banding. Populasi sapi potong terbesar di wilayah Kab. Timor Tengah Selatan adalah sapi bali.

Maksud dan tujuan dari study banding ini adalah agar kami mendapatkan pengalaman dan informasi baru terkait manajemen pemeliharaan sapi potong yang ada di Loka Penelitian Sapi Potong. Dalam kunjungan ini para tamu didampingi langsung oleh Kepala Loka Penelitian Sapi Potong Dr. Ir. Dicky Pamungkas dan Ir. Didik Eko W.   

Pasuruan – Loka Penelitian Sapi Potong (Lolitsapi) menerima kunjungan lapang dalam rangka kegiatan peningkatan populasi ternak Dinas Pertanian Kota Semarang. Acara ini berlangsung pada Kamis, 26 Juli 2018 berlokasi di Ruang Boss Sondaicus, Lolitsapi dengan peserta sejumlah 35 orang yang merupakan petugas teknis peternakan dan petani ternak Kota Semarang. Muji Mulyo, S.Pt, M.Si selaku Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Semarang mengungkapkan bahwa kegiatan ini sebagai salah satu sarana untuk meningkatkan kompetensi petugas ternak serta peternak di Kota Semarang.

Sementara itu, Tri Agus Sulistya, S.Pt selaku peneliti Lolitsapi yang bertugas mendapingi peserta mengatakan bahwa Lolitsapi memiliki fungsi melaksanakan penelitian komoditas sapi potong.

Lolitsapi memiliki dua Kelompok Peneliti (Kelti), yakni Kelti Nutrisi dan Pakan Ternak serta Kelti Reproduksi dan Pemuliaan Ternak. Beberapa penelitian yang dikembangkan Lolitsapi yakni penelitian pakan dengan protein rendah, penggunaan saponin dan tanin serta penggunaan probiotik penuruan metan. Test kit kebuntingan sapi, kandang kelompok model Litbangtan, bank pakan pada kandang kelompok sapi potong, Nut-MB Plus, pengembangan hormon AMH untuk penentuan timing IB, serta masih banyak lagi penelitian yang lainnya. Lolitsapi juga menghadirkan rekomendasi pola budidaya sapi potong untuk pembibitan menggunakan kandang kelompok model Litbangtan dengan prosentase 1 pejantan untuk 25 – 30 ekor sapi.

Usai diskusi dan tanya jawab, peserta pun diajak berkeliling lokasi kandang untuk melihat lebih dekat sapi potong yang dikembangkan di Lolitsapi. Hal lainnya, peserta dapat mempelajari manajemen pemeliharaan secara langsung serta melihat model perkandangan yang bisa diterapkan di lokasi masing-masing.

Grati, 11 Januari 2018. Program swasembada daging sapi masih menjadi program Kementerain Pertanian. Populasi sapi potong yang cukup besar menjadi potensi yang harus terus dikembangkan agar program tersebut bisa tercapai. Beberapa program dilakukan secara terus menerus untuk mencapai tujuan tersebut, salah satunya adalah upaya khusus sapi induk wajib bunting (UPSUS SIWAB).

Melihat kondisi peternakan di Indonesia seperti di atas maka mahasiswa fakultas peternakan Universitas Islam Balitar mempunyai keinginan untuk mengembangkan potensi diri dengan melakukan study banding ke Loka Penelitian Sapi Potong. Hal ini perlu dilakukan agar mahasiswa mempunyai pengalaman lebih dalam hal manajemen pemeliharaan sapi potong sebelum nantinya terjun ke masyarakat sebagai pelaku dalam bidang peternakan sapi potong.

Bukan hanya study banding yang menjadi tujuan utama kunjungan ke Lolitsapi. Akan tetapi ada tindak lanjut dari kegiatan tersebut, yaitu perjanjian kerjasama kegiatan penelitian dan magang mahasiswa untuk ke depannya.

Pasuruan – Loka Penelitian Sapi Potong (Lolitsapi) menerima kunjungan Kelompok Tani Ternak Berkah Makmur, Madiun pada Rabu, 25 Juli 2018. Kadi, Ketua Kelompok Tani Ternak Berkah Makmur mengungkapkan bahwa kehadirannya bersama 50 anggota kelompok adalah untuk menimba ilmu terkait permasalahan ternak sapi potong yang sulit diatasi.

“Diantaranya masalah yang sering kami hadapi adalah Inseminasi Buatan (IB) berulang. Ini adalah permasalahan yang kompleks yang kami hadapi,” ujar Kadi.

Kadi menambahkan permasalahan ini sering terjadi diakibatkan mengenai tingkat kesabaran dari peternak untuk memahami kondisi sapi yang dimiliki, juga diakibatkan oleh fase birahi yang sering sudah terlewat. Masalah kedua yang sering dihadapi adalah masalah pakan dan ketiga adalah masalah kebersihan dari kandang, seperti jarangnya peternak memandikan sapi.

Dalam kunjungan ini, kelompok tani ternak didampingi oleh Tri Agus Sulistya, S.Pt selaku peneliti Lolitsapi. Beberapa masalah tersebut disharing dan didiskusikan untuk dicarikan pemecahan masalahnya. Usai diskusi, peternak pun diajak berkeliling lokasi kandang Lolitsapi untuk melihat lebih dekat manajemen pemeliharaan sapi potong serta sistem perkandangan yang dimiliki oleh Lolitsapi

Grati, 25 Oktober 2017. Semakin berkurangnya pemuda yang mencintai pertanian menjadi perhatian tersendiri bagi pendidik disekolah. Salah satu program yang dilakukan oleh TK Ar Rahmat Kota Pasuruan adalah menumbuhkan kecintaan akan pertanian melalui kegiatan belajar di luar kelas. Bentuk kegiatan ini adalah melalui kunjungan ke lokasi pertanian dan peternakan yang ada disekitar sekolah.

Loka Penelitian Sapi Potong menjadi pilihan yang tepat bagi siswa-siswi TK untuk mengenal lebih dekat dengan jenis sapi potong yang ada di Indonesia. Sebanyak 47 siswa- siswi bersama gurunya berkunjung ke kandang percobaan Lolitsapi untuk edukasi kepada siswa siswi tentang sapi potong yang ada di Indonesia. Diharapkan dengan kegiatan ini akan menumbuhkan rasa kecintaan siswa-siswi terhadap pertanian dan menjadi penerus bangsa yang cinta pertanian Indonesia. 

Site Maps

APLIKASI LOLIT SAPI POTONG

VISITORS COUNTER

TodayToday12
YesterdayYesterday78
This_WeekThis_Week90
This_MonthThis_Month1367
All_DaysAll_Days392382

 


(by AWStats )

266468
View Pages
2815511
Hits

Kunjungi media sosial kami :