Login to your account

Username *
Password *
Remember Me

Create an account

Fields marked with an asterisk (*) are required.
Name *
Username *
Password *
Verify password *
Email *
Verify email *
Captcha *
Reload Captcha

Puji syukur kehadirat Allah SWT kami panjatkan karena atas rahmat dan hidayah-Nya pembuatan Petunjuk Teknis Teknologi Rerpoduksi Sapi Potong dapat diselesaikan. Petunjuk teknis ini disusun secara praktis agar lebih mudah dipahami dan diaplikasikan peternak rakyat dalam usaha budidaya sapi potong.

Secara umum, ditinjau dari segi ekonomi usaha sapi potong di Indonesia sampai saat ini masih belum dapat memberikan keuntungan optimal. Sementara modal usahatani yang dibutuhkan relatif besar. Disamping itu, waktu usaha relatif lama (baik pembibitan maupun penggemukan), kecepatan pengembalian modal lambat dan resiko besar. Namun demikian, secara teknis sebenarnya usaha budidaya sapi potong ini merupakan cabang usahatani yang cukup prospektif untuk dikembangkan melalui inovasi teknologi reproduksi. Penerbitan buku petunjuk teknis ini dibiayai oleh kegiatan Diseminasi Teknologi Sapi Potong Loka Penelitian Sapi Potong pada TA 2010.

Terima kasih kami ucapkan kepada semua pihak yang telah membantu penyusunan buku petunjuk teknis ini. Kami menyadari, isi dan metode penyajian buku ini masih belum sempurna, sehingga sumbang saran dan koreksi yang bersifat membangun selalu kami harapkan. Semoga buku petunjuk teknis ini bermanfaat bagi pihak-pihak yang peduli dengan masa depan pembangunan sapi potong Indonesia.

Puji syukur kehadirat Allah SWT kami panjatkan karena atas rahmat dan hidayah-Nya pembuatan Petunjuk Teknis Pemeliharaan dan Penyapihan Pedet dapat diselesaikan. Petunjuk teknis ini disusun secara praktis agar lebih mudah dipahami dan diaplikasikan peternak rakyat dalam usaha budidaya sapi potong.

Secara umum, kematian pedet pada peternakan rakyat masih tinggi yaitu mencapai 30% dimana salah penyebabnya adalah karena tidak tepatnya proses penyapihan, tingginya konsumsi bahan pakan berserat tinggi seperti rumput dan beberapa jenis hijauan lainnya; dan belum siapnya sistem pencernaan untuk menerima asupan bahan pakan tersebut, akan berpengaruh terhadap performans produksi dan aspek ekonomi pemeliharaan pedet. Perlakuan dan penanganan yang tepat pada pedet maupun sapi muda akan menghasilkan sapi potong berkualitas -baik pada hewan jantan maupun betina. Penerbitan buku ini dibiayai oleh kegiatan Diseminasi Teknologi Sapi Potong Loka Penelitian Sapi Potong pada TA 2013.

Terima kasih kami ucapkan kepada semua pihak yang telah membantu penyusunan buku petunjuk teknis ini. Kami menyadari isi metode penyajian buku ini masih belum sempurna, sehingga sumbang saran dan koreksi yang bersifat membangun selalu kami harapkan. Semoga buku petunjuk teknis ini bermanfaat bagi pihak-pihak yang peduli dengan masa depan pembangunan sapi potong Indonesia.

Pengadaan dan distribusi bahan pakan ternak adalah merupakan proses yang harus dikerjakan secara cermat dan efektif; karena merupakan rangkaian kegiatan yang harus dilalui melalui mekanisme yang jelas, terarah, terukur, dan tercatat. Keterlambatan proses pengadaan dan distribusi bahan baku dan menurunnya kualitas bahan pakan yang dipesan dan disajikan ke ternak, mengakibatkan menurunnya produktivitas ternak.

Panduan ini diharapkan mampu menjadi petunjuk dan akselerator dalam proses pengadaan bahan pakan ternak, yang dimulai dari pemesanan oleh user, proses administrasi, komitmen penyedia dan pejabat pengadaan, waktu kedatangan bahan pakan, evaluasi jumlah dan mutu hingga distribusinya ke ternak.

Puji syukur kita panjatkan Kehadirat Allah SWTatas hidayah dan inayah-Nya, maka buku “Rekomendasi Tekonologi: Paket Teknologi Pengembangan Sapi Potong Di Lingkungan Perkebunan Dan Pabrik Kelapa Sawit Desa Sumber Makmur Kecamatan Parenggean Kabupaten Kotawaringin Timur Provinsi Kalimantan Tengah” dalam rangka mendukung PSDSK 2014 dapat diselesaikan.
 
Buku ini merupakan hasil rekomendasi teknologi hasil Kegiatan pendampingan teknologi sapi potong pada wilayah kerja BPTP Kalimantan Tengah, khususnya di Kabupaten Kota Waringin Timur Provinsi KalimantanTengah sebagai penyedia teknologi sapi potong di setiap lokasi sesuai dengan kebutuhan pengguna, dalam rangka menggali teknologi komersial dan menyebarluaskan teknologi aplikatif. Kegiatan pendampingan dilaksanakan mulai bulan Januari hingga Desember 2013, dilakukan oleh peneliti dan beberapa staf Loka Penelitian Sapi Potong dan BPTP Kalimantan Tengah dan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kota waringin Timur dengan melibatkan kelompok ternak dalam rangka penanganan permasalahan pengembangan sapi potong dan pengembangan pakan sumber sawit pada usaha peternakan rakyat dalam rangka mendukung peningkatan populasi dan produktivitas sapi potong mendukung PSDSK 2014.


Buku ini merupakan rekomendasi teknologi dalam pelaksanaan kegiatan Pendampingan Teknologi Budidaya Sapi Potong di Wilayah PSDSK sampai dengan bulan Desember 2013. Semoga buku ini dapat bermanfaat sebagai informasi dalam pelaksanaan pendampingan teknologi dan atau sebagai tindak lanjut kegiatan berikutnya.

Benzene adalah senyawa aromatic,tersederhana, pertama kali diisolasi oleh Michael Farady dari residu berminyak yang tertimbun dalam pipa induk gas di London. Sumber utama adalah benzene alkyl benzena (toluene,xilena,etil benzene) Sampai tahun 1904 benzene diperoleh dari ter batu bara, sekarang diperoleh dari  nafta hasil penyulingan bertingkat petroleum atau 2-gasolin hasil pirolisis solar.

Perkembangan industri pertanian yang pesat, khususnya  industri pakan ternak pada akhir-akhir ini telah mendorong  meningkatnya kebutuhan akan analisis bahan pakan. Analisis lemak kasar merupakan salah satu komponen dari rangkaian analisa proksimat  yang sering dilakukan pada analisis bahan pakan ternak. Analisis lemak kasar dan bagian-bagian lain yang ikut larut dalam pelarut  petroleum benzene, petroleum eter  hexane (trigliserida), phospholipia, asam-asam lemak bebas, sterolsterol, pigmen, karotin, khlorofil dan malam (Sorayah , dan Darwinsyah, 1984). Pada proses analisis lemak diperlukan reagent utama sebagai pengekstrak lemak dari bahan analisis, yaitu petroleum benzine pa. Berdasarkan pengalaman, pengadaan petroleum benzine pa merupakan kendala utama pada analisis lemak kasar karena sulit didapatkan (sekitar empat minggu) dan harganya cukup mahal dibanding bahan kimia lain. Harga per liter petroleum benzine pa dengan titik didih 40 C  60 C bisa mencapai Rp 694.600,00 (Merck, 2007).

Kenyataan tersebut memicu inisiatif untuk mencari alternatif bahan lain yang mudah didapat dan mempunyai kriteria bahan serta fungsi yang sama dengan petroleum benzine pa Pilihan jatuh pada bensin premium, setelah dilakukan penyulingan terhadap bahan tersebut, hasil penyulingannya kemudian digunakan sebagai pengganti petroleum benzine pa untuk mengekstraksi lemak dan dapat menekan biaya analisis hingga 50 % serta tidak mengurangi kualitas hasil (Sriyana,2005).

Tujuan penulis menyajikan tulisan ini adalah memberika informasi dan mengembangkan teknik penyulingan bensin premium sehingga hasil penyulingannya dapat dimanfaatkan sebagai bahan gekstrak dalam analisis kadar lemak kasar dengan menggunakan metoda Soxkhlet yang dimodifikasi.

Site Maps

APLIKASI LOLIT SAPI POTONG

VISITORS COUNTER

TodayToday51
YesterdayYesterday78
This_WeekThis_Week129
This_MonthThis_Month1406
All_DaysAll_Days392421

 


(by AWStats )

266468
View Pages
2815511
Hits

Kunjungi media sosial kami :